Italia tidak negosiasi dengan Iran soal perlintasan di Selat Hormuz

4 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani membantah laporan media yang menyatakan bahwa Roma tengah bernegosiasi dengan Teheran untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal Italia melalui Selat Hormuz.

Pada Jumat, Financial Times melaporkan bahwa negara-negara Eropa, termasuk Prancis dan Italia, tengah bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal mereka melalui Selat Hormuz.

Menurut sumber Financial Times, Roma berupaya memulai negosiasi dengan Teheran mengenai masalah ini.

"Ini sama sekali tidak benar. Kami tidak berunding dengan siapa pun, kami tidak bernegosiasi dengan Iran tentang lalu lintas kapal Italia melalui Selat Hormuz," kata Tajani di stasiun televisi Rete4 pada Jumat.

Dia menjelaskan sikap tersebut diambil khususnya dengan mempertimbangkan adanya konflik militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Baca juga: Iran izinkan kapal-kapal India lewati Selat Hormuz dengan aman

Menteri itu menambahkan bahwa Italia terus berupaya untuk mendorong de-eskalasi di wilayah tersebut.

Surat kabar Italia Stampa, mengutip beberapa sumber dari Uni Eropa, melaporkan bahwa Uni Eropa selalu membuka jalur komunikasi diplomatik dengan Iran, bahkan selama periode yang paling sulit saat ini.

Namun, menurut beberapa sumbernya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan negosiasi bilateral.

Beberapa sumber surat kabar tersebut menganjurkan inisiatif tegas yang dipimpin oleh PBB untuk memastikan kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran menanggapinya dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Dubes Iran: Selat Hormuz dibuka untuk negara yang patuhi protokol

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |