Iran: Serangan asing ke infrastruktur sipil tunjukkan keputusasaan

1 week ago 7

Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan ancaman yang menargetkan infrastruktur sipil bukan menunjukkan kekuatan, namun tanda keputusasaan melawan kedaulatan Iran.

Dalam cuitannya di media sosial X dikutip pada Rabu (10/6), Pezeshkian menekankan infrastruktur vital adalah kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Presiden Iran, serangan ke infrastruktur tersebut, mulai jaringan transportasi hingga fasilitas listrik dan air, bukanlah pamer kekuatan, melainkan tanda keputusasaan menghadapi kehendak suatu bangsa.

Selain itu, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abolfazl Shekarchi mengatakan Teheran akan membalas segala ancaman dengan kekuatan yang lebih besar dengan menekankan kemampuan Iran menghadapi tekanan dan ancaman asing.

Shekarchi berbicara saat upacara peringatan pertama pahlawan yang gugur dalam perang 12 hari melawan AS-Israel menjelaskan negaranya terus menunjukkan tanggapan tegas terhadap segala ancaman.

"Seperti yang telah kami buktikan, kami akan menanggapi setiap ancaman dengan balasan yang lebih brutal, lebih kuat, dan lebih menghancurkan dibanding sebelumnya," tegas Shekarchi.

Dia mengatakan setiap ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah ditanggapi Iran dengan balasan yang menakutkan.

Iran tidak akan mundur di tengah dominasi sistem global, kata dia secara khusus menuding Trump dan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu.

"Tidak ada alasan untuk khawatir," kata Shekarchi menambahkan Iran akan menang dengan kuasa Tuhan.

Iran telah bertekad untuk mengalahkan lawan-lawannya dan yakin musuhnya akan kalah, tegas Shekarchi.

Sumber: IRNA-OANA

Baca juga: Iran peringatkan kawasan akan jadi "neraka" bagi AS soal Selat Hormuz

Baca juga: Iran serang pangkalan militer AS di Irak Utara

Baca juga: IRGC: Kapal dekati Selat Hormuz dianggap kolaborasi dengan musuh

Penerjemah: Bayu Prasetyo
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |