Teheran (ANTARA) - Iran pada Kamis dini hari waktu setempat memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan menjadi “neraka” bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh Mehr News Agency, Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyed Majid Mousavi, memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengancam “Selat Hormuz yang suci.”
“Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran,” katanya.
Mousavi menyebut peringatan tersebut sebagai respons terhadap apa yang ia gambarkan sebagai keberanian Amerika” di kawasan.
Sebelumnya, IRGC menyampaikan telah menyerang 18 target militer utama Amerika Serikat di pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, bersama dengan pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan secara cepat setelah serangan Amerika Serikat terhadap wilayah selatan Iran dan pengumuman Teheran yang menutup Selat Hormuz bagi seluruh kapal yang melintas.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran konfirmasi 18 aset militer AS di kawasan jadi sasaran serangan
Baca juga: Selat Hormuz ditutup lagi di tengah eskalasi ketegangan Iran-AS
Baca juga: IRGC: Kapal dekati Selat Hormuz dianggap kolaborasi dengan musuh
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































