Teheran (ANTARA) - Selat Hormuz harus aman bagi semua orang atau tidak aman sama sekali, kata Duta Besar Iran untuk Moskow, Kazem Jalali, kepada RIA Novosti, Minggu.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pidato pertamanya pada 12 Maret, mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap berada di bawah blokade Teheran, dan menggambarkannya sebagai alat tawar-menawar dalam konflik dengan AS dan Israel.
"Selat Hormuz harus aman bagi semua orang, atau tidak akan aman bagi siapa pun. Ini sepenuhnya jelas dan transparan bagi kami, dan kami juga telah menyatakan hal ini kepada seluruh dunia," kata Jalali.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Komandan IRGC sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tapi dikendalikan Iran
Baca juga: Partai berkuasa Jepang desak kehati-hatian soal misi di Timur Tengah
Baca juga: Trump katakan belum siap capai kesepakatan dengan Iran
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































