Jakarta (ANTARA) - Industri sistem pembayaran memperkuat kolaborasi untuk menghadapi percepatan transformasi digital sekaligus mengantisipasi meningkatnya risiko keamanan siber dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Hal itu mengemuka dalam Prima Executive Gathering (PEG) 2026 yang digelar PT Rintis Sejahtera (RINTIS), pengelola layanan switching jaringan PRIMA, di Nusa Dua, Bali, 6 Agustus 2026.
"Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan lanskap risiko yang terus berubah, industri sistem pembayaran tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan kinerja hari ini, tetapi juga perlu membangun ketahanan untuk menghadapi tantangan di masa depan," kata Presiden Direktur RINTIS Abraham J Adriaansz, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Abraham, ancaman siber seperti serangan distributed denial-of-service (DDoS) dan penyalahgunaan kecerdasan artifisial (AI) membutuhkan kemampuan adaptasi serta kesiapan bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai kolaborasi penting agar inovasi sistem pembayaran dapat terus berkembang secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan pertumbuhan transaksi digital Indonesia diproyeksikan semakin pesat dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan data Bank Indonesia yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan meningkat hingga sekitar empat kali lipat pada 2030 dibandingkan kondisi saat ini.
Namun, percepatan digital juga diikuti tantangan berupa peningkatan risiko siber, rendahnya literasi digital, penipuan, perlindungan konsumen, dan maraknya transaksi ilegal.
Filianingsih mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembangunan infrastruktur pembayaran yang tangguh, aman, terintegrasi, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
"Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pelaku sistem pembayaran," katanya.
Ia berharap sinergi antarpelaku industri terus diperkuat untuk mendorong sistem pembayaran yang inovatif, inklusif, dan andal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
PEG 2026 mengusung tema "Beyond Tomorrow: Securing Progress - Accelerating in Unity" dan diikuti sekitar 250 peserta dari regulator, asosiasi, perbankan, serta penyedia jasa pembayaran nonbank.
Dalam forum tersebut, para pelaku industri membahas perkembangan penerapan AI di sektor jasa keuangan. Penggunaan AI dinilai tidak hanya membutuhkan teknologi yang mumpuni, tetapi juga tata kelola, kualitas data, keamanan, dan modernisasi infrastruktur.
Selain itu, pembahasan mencakup percepatan transformasi digital, manajemen risiko, interoperabilitas sistem pembayaran seperti QRIS, penanganan penipuan siber, serta kepatuhan terhadap standar sistem pembayaran, termasuk Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Prima Hub Nusantara yang menampilkan produk kerajinan dan kuliner UMKM binaan sejumlah bank daerah. Produk tersebut dapat dibeli menggunakan pembayaran digital.
Pada rangkaian acara yang sama, RINTIS bersama Biro Riset Infobank menggelar Prima Awards 2026. Sebanyak 30 mitra Jaringan PRIMA menerima penghargaan berdasarkan kinerja transaksi selama periode Juni 2025 hingga Mei 2026.
Chairman Infobank Media Group Eko B Supriyanto mengatakan penguatan sistem pembayaran nasional membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh pelaku industri.
"Penguatan sistem pembayaran Indonesia bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan perjalanan yang membutuhkan komitmen berkelanjutan," ujar Eko.
Baca juga: Jaringan PRIMA ungkap ada 10 BPR antre jalin kerja sama di 2025
Baca juga: Jaringan PRIMA hadirkan layanan tarik tunai ATM tanpa kartu antarbank
Baca juga: PT Rintis Sejahtera fasilitasi empat bank jadi peserta BI-FAST
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































