Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama kebudayaan dengan Selandia Baru yang mencakup berbagai sektor, mulai dari industri film hingga penguatan warisan budaya dan museum.
Penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Phillip Taula di kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Jumat (6/3).
Fadli Zon mengatakan peluang kerja sama kedua negara di bidang budaya cukup luas dan dapat dikembangkan melalui penyusunan nota kesepahaman sebagai kerangka kolaborasi ke depan.
Baca juga: Delegasi Iran kunjungi UIII, jalin kerja sama pendidikan dan budaya
“Kerja sama budaya dapat mencakup berbagai sektor strategis, seperti industri film, seni pertunjukan, riset kebudayaan, festival buku, serta penguatan sektor warisan budaya dan museum,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pemerintah juga membuka peluang pengembangan program residensi seniman sebagai sarana mendorong pertukaran ide dan akulturasi budaya secara positif antara kedua negara.
Selain itu, Indonesia tengah memperkuat diplomasi budaya melalui berbagai forum internasional, di antaranya penyelenggaraan forum kebudayaan global seperti Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) dan CHANDI yang digelar pada 2025.
Baca juga: Menbud: Diplomasi budaya bisa perkuat hubungan Indonesia-Turkiye
Fadli juga menyebut Indonesia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk kemungkinan pengajuan bersama unsur warisan budaya ke tingkat internasional guna memperkuat upaya pelindungan nilai-nilai budaya.
“Kami juga membuka peluang kolaborasi, termasuk kemungkinan pengajuan bersama unsur warisan budaya dengan Selandia Baru,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Selandia Baru Phillip Taula menyambut baik inisiatif kerja sama budaya yang ditawarkan Indonesia.
Baca juga: Menbud terima Dubes Rusia, perkuat diplomasi budaya termasuk museum
Ia menyatakan pemerintah Selandia Baru terbuka untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi budaya dengan Indonesia.
“Kami terbuka untuk mendengarkan ide dari pemerintah Indonesia tentang kerja sama budaya yang bisa dilakukan. Kita juga bisa melihat kesamaan yang dimiliki Indonesia dan Selandia Baru,” kata Taula.
Ia menilai kedua negara memiliki sejumlah kesamaan dalam praktik budaya dan tradisi, termasuk dalam bidang kuliner, seni, serta ekspresi budaya masyarakat, yang dapat menjadi dasar penguatan hubungan antarmasyarakat.
Baca juga: Sudan buka peluang kerja sama bisnis dan pendidikan dengan Indonesia
Melalui dialog tersebut, kedua negara sepakat menjajaki peluang kerja sama konkret di bidang kebudayaan yang diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Selandia Baru di masa mendatang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Kebudayaan bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri.
Baca juga: Jalur sutra maritim perdalam kerja sama dan pertukaran budaya
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































