Indonesia dan Timor Leste bahas penguatan kerja sama kebudayaan

1 week ago 9

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Timor Leste membahas upaya penguatan kerja sama kedua negara dalam bidang kebudayaan, termasuk pelestarian warisan budaya dan program pertukaran kebudayaan.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Muda Bidang Seni dan Budaya Timor-Leste Jorge Soares Cristovão telah melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta pada 12 Agustus 2026 untuk membahas upaya penguatan kerja sama kedua negara dalam bidang kebudayaan.

Menurut siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Kamis, pertemuan tersebut antara lain membahas kerja sama dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum dan perpustakaan, serta program pertukaran budaya.

"Karena ada banyak persamaan budaya, kita dapat mengeksplorasi kemungkinan joint nomination warisan budaya takbenda ke UNESCO," kata Fadli Zon.

Peluang kolaborasi lain yang bisa dijajaki, menurut dia, mencakup pengaktifan kembali Rumah Budaya Indonesia di Dili sebagai ruang kolaborasi dan interaksi kebudayaan kedua negara serta pengembangan kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy.

"Selain itu, kami mengundang negara-negara di Pasifik untuk residensi bidang budaya di ISI Yogyakarta, termasuk dari Timor-Leste," katanya.

Menurut dia, program tersebut dapat membuka ruang kolaborasi di antara para seniman muda.

Menteri Kebudayaan RI juga menyampaikan komitmen untuk mengembangkan aspirasi Center of Excellence for World Heritage, yang dirancang sebagai platform pembelajaran, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengetahuan tentang warisan budaya.

Di samping itu, dia mengapresiasi dukungan Pemerintah Timor-Leste terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030.

Baca juga: Indonesia dorong penguatan kerja sama BRICS dalam bidang kebudayaan

Menteri Muda Bidang Seni dan Budaya Timor-Leste Jorge Soares Cristovão mengemukakan peluang untuk mengembangkan kerja sama kedua negara dalam pelestarian musik dan kain tradisional serta penyampaian nominasi warisan budaya tak-benda.

"Kolaborasi dan joint nomination menjadi sangat penting untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya bersama," katanya.

Dia juga mengemukakan peluang peningkatan kerja sama dalam pengelolaan perpustakaan dan museum antara kedua negara.

Menurut dia, pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste tahun depan sudah selesai. Harapannya, setelah itu Perpustakaan Nasional Timor-Leste bisa bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Indonesia dalam mengadakan pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan dan katalog.

"Selain itu, konstruksi Museum Nasional akan selesai di pertengahan 2028. Ke depan perlu membuat suatu kerja sama dengan Museum Nasional Indonesia untuk pengelolaan dan implementasi museum," katanya.

Menteri Kebudayaan RI menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia siap membantu pemerintah Timor Leste dalam mengembangkan perpustakaan dan museum.

"Untuk perpustakaan dan museum, apabila diperlukan, kami dapat membantu melalui pertukaran keahlian, termasuk dalam hal tata pamer dan pengelolaan koleksi," katanya.

Kementerian Kebudayaan RI, ia melanjutkan, juga dapat berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program Museum Passport untuk mempromosikan museum kepada masyarakat.

Pemerintah Indonesia dan Timor Leste juga membahas upaya penguatan hubungan Indonesia dengan Timor-Leste melalui pengembangan Anjungan Timor-Timor di Taman Mini Indonesia Indah.

Menteri Kebudayaan RI menyampaikan bahwa Museum Timor-Timor di tempat itu selanjutnya akan diarahkan untuk dikembangkan menjadi Museum Persahabatan Indonesia-Timor-Leste.

Baca juga: Indonesia-Iran perkuat kerja sama budaya lewat film dan sastra

Baca juga: Indonesia dan India perkuat kerja sama pelestarian warisan budaya

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |