Indonesia bidik peluang penempatan pekerja migran di Suriname, Guyana

15 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melihat peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia di Suriname dan Guyana, khususnya pada sektor perkayuan dan kehutanan, manufaktur, pertambangan, serta minyak dan gas bumi.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mengatakan peluang tersebut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Republik Suriname merangkap Republik Kooperatif Guyana dan Caribbean Community (Caricom), Agus Priono, Jumat.

“Kami ingin membuka lebih banyak peluang penempatan ke Suriname dan Guyana, termasuk mendapatkan informasi terkait kebijakan ketenagakerjaan, migrasi dan kuota jika ada,” kata Christina.

Dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta, Sabtu, Christina menjelaskan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia ke kedua negara itu selama ini masih didominasi skema perseorangan mandiri dengan jumlah yang relatif terbatas.

“Sektor pekerjaannya seperti operator mesin dan mekanik di sektor perkayuan. Jumlahnya pun masih relatif sedikit,” katanya.

Christina menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti peluang penempatan tersebut dengan langkah-langkah konkret agar kerja sama dapat segera direalisasikan.

“Kami ingin menegaskan Indonesia serius menindaklanjuti peluang yang ada. Kementerian P2MI siap memulai pembahasan melalui pertemuan awal secara daring dengan users di kedua negara tersebut,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar RI Agus Priono menyampaikan bahwa Suriname dan Guyana saat ini membuka peluang besar bagi pekerja migran Indonesia, terutama di sektor minyak dan gas bumi yang tengah berkembang pesat.

“Sektor lain, seperti kesehatan, tenaga ahli teknis, konstruksi, pertambangan dan lainnya, baik di Suriname dan Guyana juga memerlukan pekerja migran Indonesia,” katanya.

Dubes juga berharap terjalin kerja sama antarpemerintah guna memastikan penempatan pekerja migran Indonesia yang aman, terukur, dan berkualitas di kedua negara tersebut.

Baca juga: Wamen P2MI bahas akselerasi pelindungan PMI bersama Menko PM, Menaker

Baca juga: Wamen P2MI: Pekerja migran harus bermental tahan banting

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |