Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Februari 2026 atau Ramadhan 1447 Hijriah, berada di level ekspansi yakni di angka 54,02 poin.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Kamis menyampaikan berdasarkan hasil survei, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 19 subsektor berada pada fase ekspansi dan hanya empat subsektor yang mengalami kontraksi.
Meski IKI pada bulan Februari ini sedikit melambat 0,10 poin secara bulanan, menurut Febri, subsektor yang berada pada fase ekspansi berkontribusi sebesar 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Adapun dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, serta industri alat angkutan lainnya.
Kinerja kedua subsektor ini didorong oleh peningkatan permintaan dari industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki.
Selain itu, penjualan sepeda motor pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit atau naik 3,11 persen secara tahunan (yoy), yang turut menopang ekspansi industri alat angkutan.
Pihaknya juga mencermati data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan konsumsi rumah tangga terhadap komoditas pakaian dan alas kaki.
Ia menyampaikan pada 2024, pertumbuhan konsumsi sektor ini tercatat 2,73 persen dan meningkat menjadi 4,52 persen pada 2025.
Namun demikian, industri pakaian jadi berorientasi pasar domestik justru mengalami kontraksi pada 2025.
Kondisi ini menurutnya, mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan produk dalam negeri.
“Kami menilai bahwa kenaikan konsumsi rumah tangga atas pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya itu dipenuhi oleh produk impor," katanya.
"Kemenperin berharap ke depan bahwa momentum kenaikan demand konsumsi rumah tangga untuk pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya itu bisa dipenuhi oleh produk-produk industri dalam negeri," ucapnya lagi.
Adapun empat subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri kayu dan barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur), industri barang galian nonlogam, industri komputer, barang elektronik dan optik, serta reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan.
Kontraksi industri barang galian nonlogam menurut dia, karena penurunan pesanan dan persediaan akibat belum bergulirnya proyek infrastruktur di awal tahun anggaran, serta periode Ramadhan.
Sementara itu, industri komputer, barang elektronik dan optik terdampak penurunan pesanan luar negeri dan kelangkaan komponen.
Secara umum, kondisi usaha pada Februari 2026 masih tergolong baik, dengan 77,6 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil.
Febri menyampaikan, tingkat optimisme pelaku usaha meningkat menjadi 73,5 persen, sementara pesimisme turun menjadi 3,9 persen.
Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri Januari melonjak, tertinggi dalam 49 bulan
Baca juga: PMI manufaktur Oktober naik ke 51,2 poin bukti stabilitas industri RI
Baca juga: Kemenperin sebut optimisme pelaku usaha masih terjaga tahun ini
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































