Jakarta (ANTARA) - IDSurvey bersama tiga entitas usahanya, yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia, memberangkatkan 1.400 pemudik ke sepuluh kota tujuan di Tanah Air melalui armada bus dan kereta api.
Perusahaan terus berpartisipasi aktif dari tahun ke tahun dalam Program Mudik Bersama BUMN sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
CEO IDSurvey Arisudono Soerono dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa partisipasi IDSurvey Group dalam program tersebut juga untuk mendukung kelancaran arus mudik nasional.
“Program Mudik Bersama ini merupakan wujud nyata komitmen IDSurvey Group dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu para pemudik agar dapat kembali ke kampung halaman dengan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau. Kami berharap inisiatif ini dapat mempermudah masyarakat dalam merayakan Idul Fitri bersama keluarga,” ujar Arisudono.
Dalam pelaksanaan Program Mudik Bersama 2026, IDSurvey Group memberangkatkan 1.400 peserta mudik yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.
Peserta program tersebut meliputi masyarakat umum, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, serta para frontliners IDSurvey seperti petugas keamanan, resepsionis, petugas kebersihan, dan pengemudi.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, IDSurvey Group menyediakan 22 armada bus serta layanan kereta api dengan sejumlah tujuan kota di berbagai wilayah Indonesia.
Moda transportasi bus melayani sepuluh kota tujuan, yaitu Semarang, Yogyakarta (via selatan), Yogyakarta (via Pantura), Wonogiri, Solo/Surakarta, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang, dan Padang, sementara moda kereta api melayani perjalanan menuju Surabaya.
Rangkaian keberangkatan peserta mudik dimulai pada 16 Maret 2026 lalu untuk moda kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, sedangkan keberangkatan bus akan dilakukan pada 17 Maret 2026 dari Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, serta dari kantor entitas IDSurvey Group.
Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menempuh perjalanan mudik secara lebih terorganisir.
"Program Mudik Bersama ini memberikan alternatif transportasi yang lebih tertata bagi para pemudik untuk kembali ke kampung halaman. Selain menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman, penyediaan moda transportasi bersama ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya," ujar Sandry.
Program Mudik Bersama BUMN merupakan inisiatif strategis yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh BUMN bersama berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan pengangkutan lebih dari 100.000 pemudik ke berbagai daerah di Indonesia melalui moda transportasi bus, kereta api, dan kapal laut.
Penyelenggaraan tahun ini juga didukung oleh inovasi berupa integrasi basis data pemudik lintas BUMN dan Kementerian Perhubungan menggunakan single data NIK, guna mencegah pendaftaran ganda sekaligus meningkatkan akurasi data peserta.
Melalui integrasi tersebut, program diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi pengelolaan sumber daya negara.
Baca juga: Menhub: Kendaraan penumpang prioritas menyeberang dari Gilimanuk
Baca juga: Rekayasa lalu lintas one way tahap I mulai diterapkan di Tol Cipali
Baca juga: Mendes ajak pemudik jadikan Idul Fitri katalisator pembangunan desa
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026


















































