ICRAF sebut agroforestri bagian dari kearifan lokal Indonesia

1 week ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pusat Internasional untuk Penelitian Agroforestri (ICRAF/World Agroforestry) menilai agroforestri merupakan bagian dari kearifan lokal Indonesia dalam pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kami melihat bahwa agroforestri di Indonesia lebih dari sekadar menanam tanaman di antara pepohonan. Ini adalah strategi penggunaan lahan yang menjembatani kesenjangan antara konservasi dan produksi,” kata CEO ICRAF Eliane Ubalijoro di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Ubalijoro memberikan beberapa contoh agroforestri di Indonesia, seperti sistem agroforestri Repong dari Lampung dan Mamar dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Semua ini adalah contoh kearifan yang dimiliki di Indonesia. Ini adalah solusi asli yang sangat ampuh dan telah ditinjau oleh para ahli selama bertahun-tahun,” ujar dia.

Berbekal pengetahuan dan budaya lokal terkait pengelolaan hutan yang kaya dan turun-temurun di Indonesia, Ubalijoro menilai penting bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan ICRAF untuk saling memberikan dukungan satu sama lain.

Salah satu langkah yang baru saja ditempuh adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara dua belah pihak yang fokus pada sejumlah area kerja, antara lain dukungan terhadap pengelolaan hutan lestari, pengembangan pendanaan inovatif sektor kehutanan, pengembangan kawasan hutan dengan tujuan khusus, digitalisasi sektor kehutanan, dan pengembangan sosio-ekonomi masyarakat hutan.

“Kami melihat pembangunan sosial ekonomi pada akhirnya bertujuan agar kita memiliki komunitas yang sejahtera dan bagaimana perhutanan sosial harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Ubalijoro.

Selain itu, ia mengatakan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan berkeadilan pun sesuai dengan visi Indonesia yang tercantum dalam Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029 serta Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin Indonesia menjadi pemimpin di seluruh dunia yang menunjukkan jalan kepada kita, tidak hanya untuk semua negara tetapi khususnya untuk negara-negara kepulauan di seluruh dunia yang sangat rapuh dan sangat bergantung pada ekosistem alami,” kata Ubalijoro.

“Bersama-sama kita tidak hanya menanam pohon, kita menumbuhkan masa depan untuk Indonesia hingga tahun 2045. Kami melihat kerja sama ini sebagai kunci untuk memimpin dan membawa harapan di Bumi,” katanya menambahkan.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |