ICEx resmi beroperasi sebagai infrastruktur kripto terintegrasi

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Indonesia Crypto Exchange (ICEx) resmi beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 5 Januari 2026, dan menjadi ekosistem infrastruktur kripto terintegrasi di Indonesia yang menggabungkan fungsi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu kerangka pengawasan regulator.

CEO ICEx Group Kai Pang mengatakan kehadiran ICEx merupakan bagian dari upaya Indonesia membangun infrastruktur aset kripto yang berstandar global.

"Ini bukan sekadar pencapaian domestik. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto berkelas dunia dengan caranya sendiri," ujar Kai Pang dalam konferensi pers Grand Launching ICEx di The St. Regis Jakarta, Kamis.

Baca juga: Indodax tekankan manajemen risiko antisipasi dampak konflik global

ICEx Group mengoperasikan tiga entitas yang saling terintegrasi, yakni ICEx sebagai bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai kustodian.

Ketiga entitas tersebut telah mengantongi izin OJK dan didukung modal dasar sebesar Rp1 triliun yang berasal dari 11 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) yang juga menjadi pemegang saham sekaligus anggota bursa.

Sementara itu, CTO ICEx Group Andrew Marchen mengatakan berdasarkan data Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech), sekitar 70 persen transaksi aset digital masyarakat Indonesia masih berlangsung di bursa kripto luar negeri.

“Artinya sebagian besar potensi ekonomi digital kita, likuiditas, aktivitas, bahkan inovasi, masih mengalir ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan integrasi tiga fungsi dalam ICEx tidak menambah kompleksitas, melainkan mengurangi fragmentasi yang selama ini menjadi tantangan industri kripto nasional.

Menurut Andrew, sistem tersebut diharapkan membentuk ekosistem yang lebih efisien, transparan, dan dapat dipercaya oleh publik maupun regulator.

CFO ICEx Group Rizky Indraprasto menegaskan pihaknya tidak akan mengompromikan tata kelola maupun integritas perusahaan dalam mengejar target menjadi bursa dan kliring kripto terbesar di Indonesia berdasarkan pangsa pasar.

Ia menyebut pihaknya akan fokus pada pengembangan produk derivatif dan tokenisasi aset riil atau real world asset (RWA).

“Fokus untuk membawa produk-produk sintetik seperti derivatif dengan order book yang lebih tebal, dengan lebih banyak variasi. Dan juga membantu kecepatan adopsi tokenisasi RWA di Indonesia," ujar Rizky.

Dengan beroperasinya ICEx di bawah pengawasan OJK, ICEx menilai industri kripto nasional akan lebih terstruktur melalui ekosistem terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus membuka peluang masuknya investor institusional.

Baca juga: Indodax edukasi masyarakat aset kripto sebagai investasi digital

Baca juga: Pemerintah himpun pajak sektor digital Rp2,08 triliun per Februari

Baca juga: ICEx diharapkan dongkrak pertumbuhan industri aset kripto RI

Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |