Semarang (ANTARA) - Universitas Katolik Soegijapranata Semarang mengundang sejumlah pakar lintas negara dalam kegiatan International Conference on Business and Economy (ICBE) 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unika Soegijapranata, Prof Dr Berta Bekti Retnawati di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa ICBE merupakan agenda tahunan.
Hal tersebut disampaikan Prof Berta Bekti Retnawati saat membuka ICBE 2026 sebagai bentuk kerja sama Unika Soegijapranata Semarang dan Universitas San Paolo, Filipina, yang terselenggara sebanyak 11 kali.
Baca juga: Unika Soegijapranata Akan Selenggarakan Kontes Robot
"Kami memiliki komitmen bersama untuk memajukan pengetahuan dan mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi dunia bisnis, ekonomi, dan masyarakat saat ini," katanya.
Ketua Panitia 11th ICBE, Dr St. Vena Purnamasari menjelaskan bahwa ICBE adalah konferensi internasional dalam bidang ekonomi dan bisnis.
Tema yang diangkat pada penyelenggaraan ke 11 ICBE, yakni Creating, Managing, and Distributing Wealth: Building Inclusive and Sustainable Economic Prosperity Through Innovation and Collaboration.
Ada sejumlah pembicara yang diundang, antara lain dari Taiwan, Australia, China, dan Singapura mewakili kalangan akademisi, serta pelaku usaha.
"Jadi, ini memang agenda tahunan. Tujuannya memfasilitasi kegiatan-kegiatan akademik publikasi dosen dan mahasiswa, baik S1, S2 maupun S3," katanya.
Namun, tema dalam konferensi internasional itu selalu berganti menyesuaikan dengan tantangan yang terjadi dalam sektor ekonomi dan bisnis secara global.
"Saat ini, isu global tentang sustainability, global warming, itu sampai kapanpun tetap dibicarakan. Apalagi isu yang terhangat sekarang SDGs ya, Sustainable Development Goals," kata Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kerja Sama Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata, Dr Ranto Partomuan Sihombing.
Karena itu, kata dia, para pembicara akan membahas isu-isu yang berkaitan dengan tema tersebut, dari konteks negara masing-masing.
Baca juga: Unika Soegijapranata Gelar Simulasi Pasar Uang
Baca juga: HLIOS rumuskan solusi hukum adaptif hadapi tantangan kesehatan global
Ia juga menjadi pembicara yang akan menyampaikan paper tentang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah.
"Banyak UMKM yang tumbuh dan harus berkelanjutan. Ada dua faktor yang menentukan keberlanjutan, yakni dari sisi inovasi dan keberlanjutan modal," katanya.
Antara inovasi dan keberlanjutan modal, kata dia, adalah dua hal yang saling terkait, sebab UMKM harus terus berinovasi dan untuk melakukan inovasi membutuhkan modal.
"Menurut saya (temanya) pas ya dengan paper yang saya sampaikan. Ketika itu (inovasi dan keberlanjutan modal) saling melengkapi, keberlanjutan UMKM itu akan terjaga," ujarnya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































