Huawei perluas sistem pengisian daya 1.500 kW di China

4 hours ago 1

China (ANTARA) - Sistem pengisian megawatt 1.500 kW milik Huawei pertama kali diperkenalkan pada 2025 sebagai solusi berdaya tinggi untuk skenario elektrifikasi kendaraan berat dengan tingkat utilisasi tinggi.

Sistem ini mendukung output puncak hingga 1.500 kW dan arus 2.400 A, memungkinkan pengisian baterai sekitar 300 kWh dalam waktu sekitar 15 menit dalam kondisi operasi tertentu.

Pada 2026, sistem ini tidak lagi diposisikan sebagai produk baru, melainkan sebagai bagian dari strategi implementasi yang lebih luas yang berfokus pada skala penyebaran dan integrasi infrastruktur.

Laman Carnewschina, Minggu, melaporkan pada Beijing Auto Show 2026 yang tengah berlangsung di Beijing, China, Huawei Digital Energy mengungkap sistem pengisiannya mengintegrasikan koordinasi tenaga surya sebagai penyimpanan dan pengisian untuk meningkatkan pemanfaatan jaringan listrik dan memungkinkan penerapan yang lebih fleksibel di berbagai kondisi infrastruktur.

Arsitektur ini menggabungkan pembangkit fotovoltaik, penyimpanan energi, dan infrastruktur pengisian untuk mengurangi tekanan beban puncak serta mendukung operasi stasiun yang lebih stabil.

Untuk aplikasi kendaraan listrik penumpang, Huawei menghadirkan terminal pengisian ultra-cepat yang telah ditingkatkan dengan dukungan output hingga 800A. Untuk koridor dengan beban tinggi dan penggunaan komersial, sistem kelas 1.000 kW ke atas dinilai cocok untuk pusat logistik dan lingkungan pengisian dengan throughput tinggi.

Baca juga: Jaringan pengisian daya EV di China kian meluas

Sistem pengisian 1.500 kW ini memiliki modul penyimpanan energi DC sebesar 215 kWh, memungkinkan keluaran daya tinggi bahkan saat pasokan listrik dari jaringan terbatas.

Hal ini memisahkan kebutuhan pengisian dari pasokan langsung jaringan listrik, sehingga memungkinkan pembangunan stasiun yang lebih cepat di wilayah dengan infrastruktur listrik yang lebih lemah.

Pendekatan berbasis infrastruktur dari Huawei berbeda dengan strategi pengisian cepat kendaraan listrik penumpang dari pemain Tiongkok lainnya.

BYD Flash Charging 2.0 mengintegrasikan kimia baterai berkecepatan tinggi dengan daya pengisian puncak hingga 1.500 kW, memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 70 persen dalam waktu sekitar lima menit dalam kondisi tertentu.

Sedangkan CATL Shenxing berfokus pada inovasi di tingkat baterai, dengan klaim sistem mampu mencapai pengisian penuh sekitar 6 menit ketika dipasangkan dengan infrastruktur pengisian yang kompatibel.

Sebaliknya, sistem Huawei lebih memprioritaskan skalabilitas infrastruktur, kompatibilitas multi-kendaraan, dan penyangga jaringan listrik dibandingkan integrasi di sisi baterai.

Pengisian tingkat megawatt semakin dikembangkan seiring dengan peningkatan kimia baterai di China. Sistem kendaraan listrik penumpang menargetkan waktu pengisian di bawah 10 menit, sementara penyedia infrastruktur berfokus pada stabilitas jaringan, kecepatan implementasi, dan aplikasi multi-skenario.

Baca juga: Di China, pengisi daya kendaraan bisa datang menuju lokasi mobil

Posisi Huawei pada 2026 mencerminkan transisi dari tahap demonstrasi awal menuju implementasi jaringan yang lebih luas.

Menurut China EV DataTracker, instalasi baterai kendaraan listrik di Tiongkok mencapai 124,8 GWh pada kuartal pertama 2026, turun 4,2 persen secara tahunan. Baterai LFP menyumbang 99,1 GWh (pangsa 79,4 persen), sementara baterai ternary NMC mencapai 25,8 GWh (pangsa 20,7 persen), menunjukkan dominasi berkelanjutan kimia LFP dalam pengisian cepat dan penerapan kendaraan listrik massal.

SPKLU di Indonesia

Sekadar informasi, di Indonesia, infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang tersedia saat ini masih berada pada kisaran daya yang relatif lebih rendah dan masih berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur.

Umumnya SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) menyediakan pengisian AC sekitar 7–22 kW untuk pengisian normal di rumah atau fasilitas publik, sementara DC fast charging berada di kisaran sekitar 25–50 kW, dan pada beberapa titik sudah tersedia ultra fast charging yang bisa mencapai sekitar 100–150 kW atau lebih.

Dengan konfigurasi tersebut, waktu pengisian daya bervariasi, mulai dari sekitar 4–8 jam untuk pengisian penuh menggunakan AC, sekitar 30–60 menit untuk mencapai 80 persen pada fast charging, hingga kira-kira 15–45 menit pada ultra fast charging tergantung kapasitas baterai dan daya yang tersedia.

Baca juga: China catat pertumbuhan SPKLU menjadi 16,7 juta sampai Juli 2025

Baca juga: Ultra-fast charging dukung pemakaian EV di daerah pegunungan China

Baca juga: BYD akan rilis 500 stasiun isi daya 1000kW ultrafast pertama dunia

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |