Hoaks! Video rapat DPRD Jawa Barat marah syarat vasektomi untuk bansos

11 hours ago 6

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi 46 detik yang beredar di Facebook menampilkan suasana rapat dengan latar tulisan “DPRD Jawa Barat”.

Dalam video itu, terlihat seorang perempuan seolah-olah marah dan menentang rencana vasektomi yang diklaim menjadi syarat bagi warga miskin untuk menerima bantuan sosial (bansos).

Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan “penghinaan” terhadap orang miskin.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Seorang gubernur ngomong kayak gini. Orang miskin udah kesulitan eh disuruh vasektomi dulu baru boleh terima bansos, apa logikamu rusak total pak? Hak asasi manusia itu bukan pajangan pak hak untuk punya anak itu hak dasar, bukan barang yang bisa ditukar dengan uang segelintir rupiah. Dua atau tiga juta sebulan buat hidup keluarga itu jelas tidak sebanding dengan tindakan memandulkan orang miskin. Ini bukan solusi, ini penghinaan.”

Namun, benarkah video rapat DPRD Jawa Barat marah tentang syarat vasektomi untuk bansos tersebut?

Unggahan video yang menarasikan rapat DPRD Jawa Barat marah syarat vasektomi untuk bansos. Faktanya, video tersebut merupakan hasil AI. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan video resmi rapat DPRD Jawa Barat yang berisi pernyataan seperti dalam unggahan tersebut.

Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa video itu 99,9 persen terindikasi merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).

Hasil pemeriksaan menggunakan AI Detector. (Hive Moderation)

Adapun isu yang beredar sebelumnya berkaitan dengan pernyataan Dedi Mulyadi di Bandung pada Senin (28/4) tentang rencana menjadikan kepesertaan keluarga berencana (KB) sebagai salah satu syarat untuk menerima bantuan, mulai dari beasiswa hingga bansos.

Meski begitu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengklarifikasi bahwa tidak ada kebijakan vasektomi sebagai syarat penerima bansos, dan program KB yang dimaksud bersifat anjuran, terutama bagi calon penerima bantuan yang sudah memiliki banyak anak.

“Tidak ada kebijakan vasektomi. Tidak ada. Tidak ada kebijakan itu,” kata Dedi, dilansir dari ANTARA.

Dengan demikian, video dengan klaim rapat DPRD Jawa Barat marah soal vasektomi sebagai syarat bansos merupakan hasil AI dan tidak benar.

Klaim: Video rapat DPRD Jawa Barat marah syarat vasektomi untuk bansos

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |