Istanbul (ANTARA) - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintahnya sedang "menyelidiki" serangan udara terhadap sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan, yang dilaporkan menewaskan 168 siswi.
"Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya," kata Hegseth kepada wartawan pada Rabu ketika ditanya mengenai pengeboman Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran.
Ia menambahkan bahwa militer AS "tak pernah menargetkan lokasi sipil."
Pejabat Iran menyatakan sekolah itu menjadi target serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2),
Gubernur setempat, Mohammad Radmehr, mengatakan serangan itu menghantam gedung sekolah ketika para siswi sedang belajar sehingga menewaskan anak-anak perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun.
Baca juga: Trump didesak segera deklarasikan kemenangan atas Iran
Bangunan sekolah tersebut sebagian besar hancur dan bagian atap beton runtuh menimpa ruang kelas.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa 168 orang tewas dan sedikitnya 95 orang terluka dalam serangan itu.
Iran menuduh AS dan Israel melakukan serangan tersebut, sementara militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel maupun AS di wilayah itu.
Israel sebelumnya juga pernah membantah terlibat dalam serangan mematikan pada perang lain, yang kemudian dikoreksi setelah muncul bukti tambahan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Korban tewas serangan AS-Israel di sekolah di Iran naik jadi 148 Jiwa
Baca juga: 160 orang diperkirakan tewas akibat serangan AS-Israel ke sekolah Iran
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































