H-5 Lebaran, pemudik bermotor mulai padati Jalan Raya Kalimalang

2 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai memadati Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, pada lima hari sebelum (H-5) Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

Ratusan pemudik yang melintasi jalur tersebut hendak menuju berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Memang biasa lewat jalur sini kalau pulang kampung. Mumpung masih lima hari lagi, jadi pulang duluan biar gak terlalu macet kalau mendekati Lebaran," kata salah satu pemudik bermotor, Setya (32) di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Senin malam.

Pantauan di sepanjang Jalan Raya Kalimalang, arus kendaraan didominasi sepeda motor yang membawa berbagai perlengkapan mudik.

Sejumlah pemudik terlihat membawa tas besar, karung hingga kardus yang diikat di bagian belakang kendaraan.

Baca juga: Polisi bersihkan ranjau paku di jalur mudik Jakarta Timur

Bahkan ada yang membawa barang hingga menumpuk di sisi kiri dan kanan motor agar seluruh kebutuhan selama di kampung halaman bisa terbawa.

Selain sepeda motor, sejumlah mobil travel dan kendaraan pribadi juga terlihat melintas membawa para pemudik.

Beberapa mobil pribadi tampak memuat banyak barang bawaan, seperti koper dan kardus yang diikat di atas atap kendaraan menggunakan tali pengaman.

Kepadatan kendaraan mulai terasa di beberapa titik Jalan Raya Kalimalang. Arus lalu lintas terlihat ramai dan sesekali melambat karena meningkatnya volume kendaraan yang melintas menuju arah Bekasi dan jalur Pantura.

Meski belum terjadi kemacetan panjang, antrean kendaraan sempat terlihat terutama saat rombongan pemudik melintas bersamaan.

Baca juga: Pemprov DKI berangkatkan 388 motor pemudik ke lima kota di Jawa

Sebagian besar pemudik memilih berangkat pada malam hari ini untuk menghindari kemacetan yang diperkirakan semakin parah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, perjalanan malam dianggap lebih nyaman karena suhu udara lebih sejuk dibandingkan siang hari.

"Saya mau ke Pemalang. Berangkat malam biar lebih adem dan biasanya jalan juga lebih lancar. Kalau siang panas banget, kalau sore juga kadang hujan," ujar Setya.

Setya menuturkan perjalanan menuju Pemalang diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan jam menggunakan sepeda motor. Dia juga berencana beberapa kali berhenti di rest area atau warung pinggir jalan untuk beristirahat.

"Perjalanan sekitar sembilan jam kalau lancar. Nanti pasti berhenti beberapa kali buat istirahat sama makan supaya nggak terlalu capek di jalan," ujar Setya.

Baca juga: Menaker pantau Terminal Pulo Gebang Jaktim

Hal serupa dikatakan pemudik motor lainnya, yakni Zaka (35) yang ingin pulang kampung ke Cirebon bersama istri dan anaknya.

"Tahun ini mudik lagi sama istri dan anak. Paling saya bawa santai karena ada anak sama istri, tidak maksa perjalanan cepat," kata Zaka.

Zaka mengaku khawatir jika harus mudik mendekati hari Lebaran. Selain macet, dirinya juga harus melihat kondisi anaknya yang masih berusia 3 tahun.

"Pertimbangannya banyak, makanya balik mulai sekarang. Pakai jaket anak sama istri, bawa barang juga gak banyak biar gak capek juga. Emang saya biasa lewat jalur sini enak aja," ucap Zaka.

Iring-iringan kendaraan yang memanjang di sepanjang jalan menandakan arus pemudik yang terus mengalir.

Baca juga: Menteri PPPA ajak orang tua pererat hubungan dengan anak saat mudik

Di beberapa titik, para pengendara tampak berhenti sejenak di pinggir jalan untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Jalan Raya Kalimalang menjadi salah satu jalur favorit pemudik sepeda motor dari Jakarta menuju wilayah Bekasi, Karawang hingga jalur Pantura.

Jalur ini kerap dipilih karena dianggap lebih mudah diakses dan menjadi alternatif selain jalur utama lainnya.

Dengan semakin dekatnya Lebaran, jumlah pemudik yang melintas di Jalan Raya Kalimalang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |