Gus Yahya: Prabowo diterima semua pihak sehingga bisa mediasi konflik

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok yang busa diterima oleh semua pihak sehingga mampu menjadi mediator dalam konflik di Timur Tengah.

"Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat," kata Gus Yahya setelah menghadiri acara silaturahmi Presiden bersama para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Dalam acara silaturahmi itu, menurut dia, Presiden Prabowo menegaskan komitmen bahwa dirinya akan melakukan apapun untuk berkontribusi dalam membantu menciptakan perdamaian dan penyelesaian atas konflik tersebut.

Terlebih lagi, kata dia, konflik di timur tengah itu berpotensi berdampak langsung terhadap kepentingan-kepentingan domestik tanah air.

"Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan momen berbuka puasa bersama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum (Ketum) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Di salah satu sudut ruangan di Istana Merdeka, sebagaimana dibagikan oleh akun media sosial resmi @prabowo, Presiden Prabowo menikmati sajian takjil dan kurma saat berbuka puasa bersama dengan Rais Aam PBNU, Ketum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Ketum MUI di satu meja bundar berukuran kecil yang cukup untuk empat orang.

Presiden Prabowo duduk diapit oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir di sisi kanan, kemudian oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar di sisi kiri, sementara itu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar duduk di seberang Presiden Prabowo.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |