Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan uji coba akses jalur pemadaman di sejumlah titik permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu.
Uji coba ini dilakukan untuk memetakan hambatan dan mengukur kemampuan armada pemadam kebakaran dalam menjangkau lokasi kebakaran.
"Hari ini Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menggelar giat uji akses jalur pemadaman pada jalanan lingkungan dan sosialisasi pencegahan kebakaran di Gulkarmat Sektor Palmerah," ucap Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Uji akses ini dilakukan di lima titik spesifik, yakni Jalan KS Tubun dan Jalan Taman Bunga di Kelurahan Kota Bambu Selatan. Uji coba jalur juga dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Jatipulo yang meliputi Jalan Banjir Kanal Barat, Jalan Tomang, dan Jalan Kamboja.
"Pada prinsipnya kegiatan ini adalah langkah antisipasi tindakan kalau terjadi darurat kebakaran atau yang lainnya, agar respons cepat Damkar dapat dilakukan untuk menurunkan dampak dari kejadian, baik korban jiwa ataupun kerugian material," ujar Suheri.
Baca juga: 64 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Tambora Jakbar
Baca juga: Pemadaman kebakaran rumah di Tamansari terkendala sumber air
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran warga dengan penyuluhan penanganan kebakaran.
"Selain itu juga membangun kepedulian masyarakat akan kesadaran terkait antisipasi bahaya kebakaran di lingkungannya," kata dia.
Dalam pelaksanaan uji akses, Gulkarmat Jakbar mengerahkan tiga jenis armada dengan kapasitas berbeda untuk menguji lebar dan akses jalan.
Tiga unit tersebut adalah mobil pompa berkapasitas 2.500 liter, 4.000 liter, hingga unit besar berkapasitas 10.000 liter.
"Nah ini diuji satu persatu. Kalau misalnya dari unit 2.500 liter tidak ada kendala, kita tingkatkan di unit 4.000 liter. Dan kalau tidak ada kendala lagi, kita lanjutkan ke 10.000 liter," tutur Suheri.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































