Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) tingkat kabupaten/kota bersiaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi itu.
"Semua daerah di Sulteng harus bersiaga melakukan pemantauan potensi ancaman karhutla, mengingat kondisi cuaca saat ini terus mengalami perubahan secara global," kata Gubernur Anwar Hafid di Palu, Kamis.
Ia mengemukakan kesiapsiagaan dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah sejak pekan pertama Agustus 2026, seperti Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, dan Kabupaten Tojo Una-una
Menurut laporan BPBD Sulteng, sekitar 240 hektare hutan dan lahan terdampak kebakaran di Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Baca juga: BPBD Sulteng tangani 33 karhutla selama Januari-Agustus 2026
"Kami mengerahkan sekitar 100 personel BPBD Sulteng ikut bergabung dalam penanggulangan karhutla di sejumlah kabupaten, termasuk melakukan asesmen lapangan," ujarnya.
Penanggulangan dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, mobil tanki, hingga melibatkan kendaraan taktis Polri (water canon) untuk memadamkan api.
Ia menjelaskan kondisi global saat ini akibat perubahan iklim tidak hanya memberikan ancaman karhutla, tetapi juga kekeringan yang mengancam kelangsungan sumber ekonomi masyarakat.
"Pemerintah kabupaten/kota harus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan karhutla. Saya meminta masyarakat jangan membakar ranting-ranting kayu saat membuka lahan baru karena sangat rentan memicu kebakaran, termasuk membakar sampah," ucap Anwar Hafid.
Baca juga: BMKG ingatkan potensi karhutla Sulteng pada 9-15 Agustus
Merujuk pada prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis AL-Jufri Palu, kondisi cuaca di 13 kabupaten/kota di Sulteng lebih kering karena tidak adanya pertumbuhan awan, sehingga kelembapan juga berkurang akibat fenomena El Nino.
Meski begitu di sejumlah wilayah masih dilanda hujan dengan intensitas ringan, sedang, maupun lebat.
"Selain penanganan karhutla, langkah antisipasi dapat dilakukan saat ini membuat sumur resapan dan menghemat penggunaan air bersih. Gunakan air secukupnya untuk kebutuhan diperlukan," kata Gubernur Anwar Hafid.
Baca juga: Pemkab Parimo buka opsi minta bantuan helikopter padamkan karhutla
Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































