Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memimpin langsung percepatan evakuasi korban dan pembukaan jalur darurat setelah dihantam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapuli Tengah (Tapteng), Sumut.
Ia menegaskan, seluruh unsur pemerintah provinsi bersama TNI/Polri, dan Basarnas terus mempercepat penanganan banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Tapteng ini.
"Kami berkomitmen memperkuat upaya penanganan bencana, dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di posko pengungsian," ungkap Bobby di Tapteng, Sumatera Utara, Sabtu.
Gubernur menyampaikan, saat ini terdapat ribuan warga telah dievakuasi ke Posko Pengungsian di Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah sejak Selasa (25/11).
"Kami pastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi," jelas Bobby lagi.
Baca juga: Kosek I Medan pastikan penyaluran logistik terdampak bencana aman
Selain logistik makanan dan obat-obatan, Bobby menyampaikan, pihaknya juga menambah fasilitas pendukung, seperti layanan kesehatan, akses listrik, wifi, serta kebutuhan khusus ibu dan anak.
"Kami ingin seluruh pengungsi merasa aman, dan tetap nyaman selama berada di posko,” katanya.
Meski begitu, Bobby mengakui masih banyak warga yang terisolir akibat empat jalur utama menuju desa-desa di Tapanuli Tengah belum bisa dilalui.
Pihaknya telah menugaskan, seluruh tim gabungan untuk mempercepat pembukaan jalur darurat di wilayah Tapuli Tengah ini.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut menyebutkan, banjir bandang di Tapteng, Selasa (25/11), terjadi di tujuh kecamatan, yakni Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, dan Pinangsori.
Baca juga: Brimob salurkan bantuan logistik ke korban bencana di Tapanuli Utara
Sedangkan peristiwa tanah longsor di Tapanuli Tengah terjadi pada enam kecamatan, yaitu Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli, dan Tukka.
"Prioritas kami saat ini adalah mengevakuasi warga yang masih terjebak dan memastikan bantuan logistik bisa masuk ke wilayah terdampak paling parah,” tegas Bobby.
Gubernur juga memastikan, bahwa koordinasi lintas lembaga akan terus ditingkatkan agar penanganan berlangsung cepat, tepat, dan menyeluruh.
"Insya Allah dengan kerja bersama, kita bisa meminimalkan dampak dan mempercepat pemulihan," tutur Bobby.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumut merilis data terbaru penanganan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025, yakni 147 orang meninggal dan 28.427 orang mengungsi.
Baca juga: Polda gunakan helikopter bawa bantuan terdampak di Tapanuli Tengah
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan meyebutkan, bahwa korban luka berat 32 orang, luka ringan 722 orang, dan 174 orang masih dalam pencarian
"Dari data sementara tercatat 488 kejadian bencana alam. Total 1.076 korban dengan rincian 147 meninggal dunia," kata Ferry.
Baca juga: Polda Sumbar bangun jembatan darurat permudah ke Salareh Aia Agam
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































