GP Bahrain dan Arab Saudi berpotensi dibatalkan akibat konflik Timteng

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dua seri balap Formula 1, yakni Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi, berpotensi dibatalkan akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, demikian dikutip dari laporan The Athletic yang mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang dirahasiakan identitasnya.

Jika keputusan itu resmi diumumkan, maka akan tercipta jeda selama 35 hari dalam kalender balap Formula One antara GP Jepang pada 29 Maret dan GP Miami pada 3 Mei.

GP Bahrain sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 12 April, sementara seri Arab Saudi dijadwalkan pada 19 April.

The Athletic melaporkan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari, yang berdampak pada pembatasan perjalanan serta masalah logistik bagi tim-tim balap.

Baca juga: Tim F1 alami kendala penerbangan terdampak konflik AS-Iran

Beberapa negara di kawasan itu juga menutup wilayah udara mereka sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan.

Sebagian perlengkapan tim masih berada di Sirkuit Internasional Bahrain setelah mereka mengikuti uji coba pramusim di sirkuit tersebut sebelum konflik meningkat. Namun tim-tim Formula 1 disebut belum dapat mengambil kembali peralatan tersebut.

Pembatalan dua balapan tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak keuangan bagi seluruh pihak yang terlibat jika tidak ada seri pengganti dalam kalender musim ini. Namun kemungkinan penggantian balapan dinilai kecil karena jadwal pada paruh kedua musim sudah cukup padat.

Selain Formula 1, sejumlah ajang balap lain juga terdampak situasi kawasan tersebut. Kejuaraan FIA World Endurance Championship sebelumnya telah memutuskan menunda seri pembuka musim di Qatar hingga Oktober.

Baca juga: George Russell juara seri perdana Formula 1 musim 2026

Baca juga: Russell segel pole position keduanya musim ini

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |