Golkar ajak elit parpol jaga stabilitas dan konsisten bersikap

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elit partai politik (parpol) untuk menunjukkan kedewasaan, kejernihan serta konsistensi sikap dalam merespons dinamika nasional belakangan ini.

Menurut dia, para elit parpol penting untuk turut menjaga kondusivitas politik, menghindari narasi provokatif serta tidak mendorong gerakan di masyarakat yang berpotensi memanaskan situasi dan meningkatkan eskalasi sosial-politik.

"Tugas seluruh elit politik adalah memberi keteladanan, menghadirkan solusi, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan politik sesaat," kata Misbakhun dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan partai politik tidak seharusnya menampilkan sikap ambigu, seolah menjadi penyeimbang ketika ada kebijakan bermasalah, tetapi ikut mengambil manfaat politik ketika program pemerintah mendapat respons positif dari rakyat.

Menurut dia, perbedaan pandangan dan kritik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

Meskipun sistem dan tradisi ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal, setiap partai politik tetap perlu menunjukkan posisi yang jelas dan konsisten, yakni berada di dalam pemerintahan atau mengambil posisi di luar pemerintahan

"Tidak bisa satu pihak mengambil poin dari program pemerintah yang bagus, tetapi mengambil jarak dan mengkritik keras ketika ada program pemerintah yang sedang bermasalah. Posisi politik dua kaki seperti itu tidak elegan," katanya.

Namun di tengah tekanan akibat dinamika geopolitik dan situasi ekonomi saat ini, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara bertanggung jawab serta diarahkan untuk menenangkan keadaan.

"Kritik itu penting dalam demokrasi, dan pemerintah terus mendengar aspirasi masyarakat. Tetapi dalam situasi penuh tekanan, yang dibutuhkan adalah sikap yang menyejukkan, bukan narasi yang membuat keadaan semakin panas," kata Misbakhun.

Untuk itu, dia pun mendorong seluruh partai politik mengedepankan politik kerja bersama, karena persoalan bangsa saat ini tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan membutuhkan kontribusi gagasan dari semua kekuatan politik.

"Politik berwawasan kebangsaan, yaitu politik yang memprioritaskan kepentingan nasional daripada kepentingan politik praktis yang populis," katanya.

Baca juga: Said Abdullah tegaskan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang

Baca juga: PKB harap PDIP bersikap tegas soal posisi politik

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |