Gereja dan museum dimanfaatkan sebagai pengungsian di Kepulauan Sitaro

17 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah gereja dan museum dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian sementara warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyusul kerusakan pemukiman mereka akibat bencana tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu, melaporkan bahwa untuk sementara ratusan keluarga mengungsi memanfaatkan museum di Kecamatan Siau Timur, Gereja Advent, Gereja GMIST Bethel Pesing, serta Gedung Gereja GMIST Jemaat Bethabara Paseng.

Baca juga: Dua korban hilang banjir bandang Pulau Siau belum ditemukan

Pengungsi tercatat merupakan warga dari Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan yang mencakup empat kelurahan dan enam desa dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Mereka mengungsi sementara sembari proses pemulihan lingkungan setelah bencana selesai dilakukan tim petugas gabungan.

Abdul mengungkapkan bahwa lembaganya bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan pendampingan melekat demi memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta membahas langkah relokasi dan pemulihan setelah bencana.

Pelaksana tugas Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo bersama Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan sudah meninjau lokasi bencana sekaligus menyerahkan bantuan logistik darurat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok, selimut, matras, tenda keluarga, serta peralatan kebersihan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar yang disesuaikan dengan jumlah pengungsi.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan banjir bandang melanda Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) dini hari menyusul hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama, yang menyebabkan sungai meluap dan membawa material lumpur, batu, serta kayu ke kawasan pemukiman, dan fasilitas umum.

Baca juga: 693 warga sejumlah kampung mengungsi pascabanjir bandang di Pulau Siau

Baca juga: BSG salurkan bantuan bahan pokok bagi korban banjir di Sitaro

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung 5-18 Januari 2026, berdasarkan Keputusan Bupati Kepulauan Sitaro Nomor 1 Tahun 2026 guna mempercepat penanganan darurat.

BNPB mengonfirmasi berdasarkan data sementara hingga Kamis (8/1) pukul 16.00 WIB, lebih dari 600 keluarga yang mengungsi. Untuk korban meninggal dunia sebanyak 17 orang dan dua orang masih dinyatakan hilang, sementara 26 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |