Gajah Asia liar mendapat perawatan yang lebih baik di Yunnan

1 week ago 6

Kunming (ANTARA) - "Keluarga hidung pendek" gajah Asia liar menarik perhatian dunia pada 2021 setelah menjelajah lebih dari 1.400 kilometer melintasi Provinsi Yunnan.

Kawanan tersebut kembali ke habitat asalnya dengan 14 ekor anggota. Dengan kelahiran dua anak gajah tahun ini, jumlah anggota keluarga tersebut kini bertambah menjadi 21 ekor.

Peng Jinfu (pertama dari kiri), seorang pemantau gajah Asia, berbincang dengan rekan-rekannya di Kota Jinghong, Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 27 Mei 2026. (Xinhua/Wang Guansen)
Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2026 ini memperlihatkan sejumlah gajah di Dadugang, Kota Jinghong, Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Wang Guansen)
Foto yang diabadikan pada 27 Mei 2026 ini memperlihatkan sejumlah gajah di Dadugang, Kota Jinghong, Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya. (Xinhua/Wang Guansen)
Foto ini, yang diambil pada 27 Mei 2026, menunjukkan gajah-gajah di Kota Dadugang, Kota Jinghong, Prefektur Otonomi Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya. Keluarga gajah Asia liar berhidung pendek ini menarik perhatian dunia pada tahun 2021 setelah menjelajah lebih dari 1.400 kilometer di seluruh Provinsi Yunnan. (Xinhua/Wang Guansen)

Yunnan telah mengembangkan pendekatan komprehensif untuk konservasi gajah Asia yang menggabungkan pemulihan habitat, konektivitas habitat, pemantauan ilmiah dan peringatan dini, partisipasi masyarakat, serta kerja sama lintas perbatasan.

Provinsi ini juga menjadi lokasi Pusat Penangkaran dan Penyelamatan Gajah Asia Xishuangbanna, yang telah menyelamatkan dan merehabilitasi lebih dari 30 ekor gajah Asia liar sejak didirikan pada 2009.

China telah mendirikan 11 cagar alam yang mencakup area seluas 5.098 kilometer persegi di habitat gajah Asia liar. Populasi gajah Asia liar di negara tersebut telah meningkat dari sekitar 150 ekor pada 1980-an menjadi hampir 400 ekor saat ini.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |