FPTI tegaskan keselamatan dan martabat atlet jadi prioritas utama

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menegaskan komitmennya menempatkan keselamatan dan martabat atlet sebagai prioritas utama menyusul laporan dugaan pelanggaran etik di lingkungan pelatnas panjat tebing.

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius dengan mengedepankan perlindungan terhadap atlet.

“Keselamatan dan martabat atlet adalah prioritas utama kami. FPTI berkomitmen melindungi setiap korban dan menegakkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,” ujar Yenny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan organisasi tidak akan mentoleransi tindakan yang mencederai integritas pembinaan dan rasa aman atlet. Sebagai langkah awal, FPTI telah membentuk tim investigasi internal dan menonaktifkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia dari jabatannya selama proses penelusuran berlangsung.

“Pelatih yang dilaporkan telah dinonaktifkan dari jabatannya, dan proses investigasi independen sedang berlangsung,” katanya.

FPTI memastikan proses investigasi dilakukan secara objektif dan transparan, serta menjunjung asas keadilan bagi semua pihak.

Baca juga: Kemenpora dukung investigasi dugaan pelecehan pelatnas panjat tebing

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan dukungan terhadap langkah FPTI membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan pelatnas.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan perlindungan bagi para atlet.

“Para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan. Mereka harus dilindungi dan merasa aman,” ujar Erick.

Kemenpora juga menyampaikan empati kepada atlet yang diduga menjadi korban serta keluarga yang terdampak, dan membuka kemungkinan pendampingan hukum maupun psikologis apabila dibutuhkan.

Jika dalam proses investigasi terbukti terjadi pelanggaran, pelaku akan dijatuhi sanksi tegas, termasuk sanksi seumur hidup. Apabila ditemukan unsur pidana, proses hukum akan ditempuh sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Hendra Basir bantah telah lakukan pelecehan seksual kepada atlet

Sementara itu, pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia yang dinonaktifkan, Hendra Basir, membantah telah melakukan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik terhadap delapan atlet.

“Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik,” kata Hendra.

Ia mengaku belum pernah dimintai klarifikasi sebelum terbitnya surat keputusan penonaktifan dari Pengurus Pusat FPTI. Hendra menjelaskan sejak mulai melatih pada 2012, ia menerapkan pola latihan yang keras dan disiplin sebagai bagian dari pembentukan mental dan fisik atlet agar mampu bersaing di level tertinggi.

Ia juga membantah melakukan tindakan tidak senonoh. Menurut dia, tindakan memeluk atau mencium kening atlet putri dilakukan dalam konteks memberi semangat saat mereka mengalami tekanan mental.

“Kalau sedang menangis atau mentalnya drop, saya peluk dan di akhir mencium keningnya, seperti kebiasaan kepada anak saya,” ujarnya.

Hendra menyatakan apabila tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan, ia menerima penilaian tersebut, namun berharap publik memahami konteks dari tindakannya.

Baca juga: Sekum FPTI: Pelatnas tak terganggu oleh penonaktifan Hendra Basir

Baca juga: FPTI bentuk TPF terkait penonaktifan Hendra Basir sebagai pelatih

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |