Farhan prihatin atas kematian anak harimau Benggala di Bandung Zoo

1 month ago 20

Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku prihatin atas kematian seekor anak harimau Benggala bernama Hara berusia delapan bulan di Bandung Zoo pada Selasa (24/3).

“Saya sangat prihatin dan sedih, tapi ini menjadi perhatian serius agar ke depan bisa kita antisipasi dengan lebih baik,” ujar dia di Bandung, Rabu.

Ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan satwa, khususnya terkait dengan pengawasan penyakit menular pada hewan.

Dia menjelaskan pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kota akan memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjamin kesejahteraan satwa tetap terjaga.

Baca juga: YMT hormati pencabutan izin lembaga Bandung Zoological Garden

Juru Bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Eri Mildranaya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap terkait dengan penyebab kematian satwa tersebut.

“Betul (mati), namun hasilnya belum kami dapatkan secara lengkap, besok setelah hasil periksa oleh dokter hewan,” kata dia.

Pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa itu.

“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” ujarnya.

Hara salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo yang lahir pada 12 Juli 2025.

Ia lahir bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan betina Jelita.

Baca juga: BKSDA: Anak Harimau Benggala berusia 8 bulan mati di Bandung Zoo

Baca juga: Pemkot targetkan seleksi pengelola Bandung Zoo selesai April

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |