ESDM sebut mineral kritis bagian penting ketahanan energi dalam negeri

1 week ago 4
Ketahanan energi juga ditentukan oleh kemampuan menguasai bahan baku teknologi, kapasitas manufaktur dan juga rantai pasok industri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa mineral kritis merupakan bagian penting ketahanan energi dalam negeri terutama dalam kondisi global yang seperti saat ini.

"Perubahan geopolitik telah menjadikan mineral kritis semakin strategis dan tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertambangan, tapi telah menjadi bagian penting dari ketahanan energi," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Indonesia yang memiliki cadangan mineral kritis cukup besar harus dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk itu pemerintah terus berupaya menjadikan mineral kritis sebagai ketahanan energi dalam negeri.

Ia menjelaskan, dengan manfaatkan mineral lebih baik seperti dilakukan hilirisasi, maka nilai tambah yang didapatkan akan jauh lebih banyak daripada hanya menjual bahan mentah.

Winarno mencontohkan dengan hilirisasi nikel, maka Indonesia akan lebih kuat dalam bidang energi baterai, karena nikel menjadi salah satu bahan utama membuat baterai.

"Ketahanan energi juga ditentukan oleh kemampuan menguasai bahan baku teknologi, kapasitas manufaktur dan juga rantai pasok industri," ujarnya pada acara diskusi yang digelar keluarga INDEF bertajuk "Critical Minerals and Green Industrialization for Shared Prosperity in the Global South".

Winarno menambahkan bahwa hilirisasi mineral kritis sudah menjadi keharusan, selain untuk ketahanan energi dalam negeri, juga dapat menghasilkan nilai tambah dari segi ekonomi.

Ia mengatakan, dampak dari sektor minerba dan hilirisasi dapat dilihat dalam indikator ekonomi pada tahun 2025 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp135 triliun, dan diharapkan pada tahun 2026 ini meningkat.

"Bahkan hingga akhir Juni PNBP mencapai Rp76 triliun. Hilirisasi juga dapat menarik investasi sebesar Rp6,7 miliar dolar AS, dengan menyerap 685 ribu tenaga kerja," katanya menambahkan.

Baca juga: ESDM lakukan koordinasi atasi persoalan ekspor mineral kritis

Baca juga: Ekonom nilai RI harus fokus pada rantai nilai mineral kritis tertentu

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |