Jakarta (ANTARA) - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih perlu membuktikan dapat memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga barang di tingkat desa sebagai ukuran keberhasilan program pada tahap awal operasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi peresmian operasional sekitar 1.000 Kopdes Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada bulan lalu, serta target pemerintah mengoperasikan 20.000 hingga 30.000 koperasi pada Agustus 2026.
Menurut Dipo kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat, efektivitas Kopdes tidak seharusnya diukur dari banyaknya koperasi yang diresmikan atau mulai beroperasi, melainkan dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan Kopdes adalah kemampuannya mengurangi disparitas harga di tingkat lokal.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan Kopdes yang diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi barang yang selama ini melibatkan banyak perantara atau tengkulak.
“Indikatornya untuk bulan-bulan pertama … efek stabilisasi harga lokal. Karena ide Kopdes adalah memotong rantai distribusi tengkulak yang panjang. Jadi sebenarnya keberhasilannya adalah dari disparitas harga," ujarnya.
Selain dampak terhadap harga, Dipo mengatakan kinerja operasional koperasi juga perlu dipantau melalui tingkat perputaran persediaan (inventory turnover), yang tercermin dari volume transaksi dan kecepatan perputaran barang.
Indikator tersebut dinilai penting untuk mengetahui apakah koperasi benar-benar menjalankan aktivitas usaha yang produktif dan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa.
Dipo juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan arus kas (cash flow) dan rasio kredit koperasi sejak masa awal operasional.
Menurut dia, aspek tata kelola keuangan perlu mendapat perhatian khusus mengingat Kopdes memperoleh dukungan dana operasional pada tahap awal pembentukannya.
Ia menilai pemantauan terhadap indikator-indikator tersebut penting untuk memastikan Kopdes tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan usaha yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
Setelah peresmian 1.061 unit koperasi, pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih dapat beroperasi secara bertahap di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa melalui layanan distribusi, pembiayaan, dan usaha yang lebih dekat dengan masyarakat.
Baca juga: Pengamat: KDMP sebagai agregator perkuat nilai tambah pangan desa
Baca juga: Menkop: 1.061 Kopdes Merah Putih siap serap produk desa
Baca juga: Menko Muhaimin: KDKMP instrumen penting berdayakan masyarakat desa
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































