Dubes Siswo: pendidikan fondasi penting perkuat kemitraan RI-Australia

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono menegaskan bahwa pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas STEM merupakan fondasi penting untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Australia.

"Pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) merupakan fondasi penting untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Australia," kata Dubes Siswo dalam pidatonya pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2026 di The University of Sydney, Australia, Selasa (14/7).

Dalam siaran pers KBRI Canberra di Jakarta, Kamis, Siswo juga menyoroti peluang kerja sama di bidang investasi, industri, dan konektivitas strategis, khususnya melalui pengembangan hubungan antara Australia Utara dan Indonesia Timur guna mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yuli Rahmawati, yang turut hadir pada acara tersebut, menyampaikan paparan Education, Language, and Culture: Building Bridges in Indonesia–Australia Relations.

Ia menegaskan pendidikan, bahasa, dan budaya menjadi fondasi hubungan RI-Australia melalui penguatan kemitraan perguruan tinggi, kolaborasi riset, beasiswa, mobilitas akademik, serta berbagai program diplomasi pendidikan KBRI Canberra.

Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf) periode 2019-2020, yang juga hadir sebagai narasumber, Wishnutama Kusubandio, menekankan bahwa kreativitas dan inovasi merupakan kunci daya saing Indonesia di masa depan.

Menurutnya, ekosistem inovasi perlu dibangun melalui pengembangan talenta kreatif, dukungan kebijakan pemerintah, penguatan research pipeline serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Mengusung tema Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose: Moving toward a Better Future, KIPI 2026 diikuti oleh 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, peneliti, profesional, dan pembuat kebijakan Indonesia.

Pada kesempatan itu, 55 mahasiswa Indonesia mempresentasikan hasil penelitian dalam enam sesi paralel yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, teknik, dan inovasi digital.

Forum ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa Indonesia di Australia dalam menghasilkan rekomendasi berbasis bukti bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat jejaring akademik, profesional, dan kolaborasi Indonesia–Australia, seperti dikutip.

Melalui KIPI 2026, KBRI Canberra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi pendidikan, riset, dan inovasi serta mendorong mahasiswa Indonesia menjadi agen perubahan, pemimpin masa depan, dan jembatan kolaborasi yang mempererat hubungan kedua negara.

Baca juga: DMI dan Dewan Imam Australia perkuat kolaborasi pengelolaan masjid

Baca juga: "Pojok Baca Australia" di Istiqlal eratkan hubungan lewat literasi

Baca juga: Indonesia-Australia teken kerja sama strategis jaminan produk halal

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |