Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan kemitraan strategis Indonesia dan Inggris diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara.
"Kita sudah melihat contohnya, seperti program kemitraan maritim yang akan menciptakan ratusan, bahkan lebih dari seribu kapal penangkap ikan di galangan kapal Indonesia," kata Jermey di sela-sela perayaan King's Birthday Party di Jakarta, Rabu (10/6) malam.
Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat industri galangan kapal nasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor perikanan Indonesia.
Ia mengatakan kemitraan tersebut ikut mendukung ketahanan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia maupun Inggris.
Jermey menyampaikan hal itu saat menanggapi pertanyaan mengenai kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026 menyepakati Kemitraan Strategis Baru Indonesia-Inggris saat kunjungan kerja Prabowo ke London.
Kesepakatan tersebut mencakup empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama di bidang iklim, energi dan lingkungan, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat.
Dalam kemitraan itu, Inggris juga mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan dan memperbaiki desa-desa nelayan melalui investasi serta transfer teknologi.
Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menggelar perayaan King's Birthday Party bertema "UK Celebrates Innovation and Five Years as an ASEAN Dialogue Partner" pada Rabu malam.
Baca juga: Dubes Inggris nilai aksesi OECD RI upaya reformasi ekonomi nasional
Baca juga: RI segera berunding dengan Inggris bahas CEPA
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































