Dubes berharap upaya mediasi AS-Iran membuahkan hasil

1 month ago 30

Teheran (ANTARA) - Iran berharap agar upaya mediasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dapat membuahkan hasil, kata Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam pada Rabu.

Pada Selasa, surat kabar New York Times yang mengutip pejabat anonim, melaporkan bahwa Washington telah menyerahkan kepada Iran rencana 15 poin untuk mengatasi konflik Timur Tengah di tengah meningkatnya dampak eskalasi terhadap ekonomi AS.

"Upaya persahabatan dari negara-negara ini bukan berarti bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat sedang berlangsung, tetapi hanya menunjukkan adanya upaya untuk membangun landasan dialog antara Teheran dan Washington".

"Kami berharap upaya yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan kepada Iran akan membuahkan hasil," kata dubes kepada kantor berita IRNA tanpa menyebutkan secara spesifik negara-negara yang dimaksud.

Pada Selasa, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik saat ini.

Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat positif dan produktif selama dua hari belakangan. Trump mengaku telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas aksi tersebut, dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik

Baca juga: AS dan Iran akan berunding di Pakistan akhir pekan, kata IAEA

Baca juga: Iran: Tak ada negosiasi jika AS tak ubah sikap

Baca juga: Iran sebut tak percaya AS mau berunding, usai gagal dua kali

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |