Dua atlet pengungsi tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) akan menurunkan tim pengungsi yang beranggotakan dua atlet taekwondo pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, 19 September hingga 4 Oktober.

Dalam laman resmi OCA, Kamis, kedua atlet tersebut akan bertanding dengan identitas Asian Refugee Team (ART) dan berada di bawah bendera OCA sepanjang keikutsertaan mereka dalam pesta olahraga terbesar Asia itu.

OCA belum mengumumkan identitas maupun nomor pertandingan yang akan diikuti kedua atlet tersebut.

Dalam kegiatan yang berkaitan dengan protokol, termasuk upacara pembukaan dan penutupan, kontingen itu akan menggunakan nama resmi OCA Refugee Team.

Sementara ketika memasuki arena pertandingan taekwondo, mereka akan tercatat sebagai Asian Refugee Team.

Apabila salah satu atlet ART meraih medali emas, bendera OCA akan dikibarkan pada upacara kemenangan dan lagu OCA akan diperdengarkan sebagai pengganti lagu kebangsaan.

Baca juga: OCA perkuat perlindungan atlet jelang Asian Games 2026

OCA juga telah mengatur posisi bendera tim pengungsi di arena taekwondo yang akan ditempatkan setelah bendera Oman dalam urutan resmi kontingen.

Kehadiran tim pengungsi juga akan mendapat tempat tersendiri dalam defile atlet pada upacara pembukaan Asian Games, 19 September.

OCA Refugee Team dijadwalkan memasuki stadion setelah kontingen Yaman dan tepat sebelum Jepang sebagai tuan rumah.

Pakaian resmi untuk kedua atlet tersebut akan disediakan oleh 361°.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan edisi ke-20 Asian Games dan dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober dengan diikuti 45 Komite Olimpiade Nasional (NOC) Asia.

Taekwondo menjadi salah satu dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2026. Pertandingan cabang tersebut mencakup nomor kyorugi dan poomsae.

Baca juga: Obor Asian Games Aichi-Nagoya mulai perjalanan dari Tokyo

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |