Cimahi (ANTARA) - Komisi VII DPR RI menekankan penguatan kolaborasi Perum LKBN Antara dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI) dalam menyukseskan penyiaran Piala Dunia agar diakses secara merata oleh seluruh masyarakat.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyebut siaran lembaga penyiaran publik tersebut penting untuk memastikan pemerataan akses informasi, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki akses televisi.
"Selain itu, kita juga berharap Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kantor Berita Antara dapat berkolaborasi dengan TVRI dalam menyukseskan penyiaran Piala Dunia," katanya di Cimahi, Jumat.
Dirinya menilai ANTARA memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan informasi melalui laporan langsung pertandingan sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti jalannya pertandingan secara utuh dan mendetail.
Baca juga: ANTARA jadikan liputan Piala Dunia 2026 untuk menginspirasi masyarakat
Peran lembaga penyiaran pemerintah (LPP) juga dinilai menjadi sangat penting bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses siaran televisi sehingga tetap bisa mengikuti perkembangan pertandingan secara menyeluruh.
"Melalui siaran radio (RRI) dan laporan langsung pertandingan (ANTARA), mereka tetap dapat mengikuti perkembangan dan suasana pertandingan secara menyeluruh," tambahnya.
Ia menyebut kolaborasi diharapkan dapat memperkuat distribusi informasi yang cepat, akurat, dan merata hingga ke seluruh pelosok daerah.
"Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat ikut merasakan kegembiraan dan semangat kebersamaan dalam menyambut dan menikmati Piala Dunia," tutupnya.
Pihaknya berharap sinergi tersebut dapat menghadirkan pengalaman bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam menikmati Piala Dunia dengan semangat kebersamaan.
Baca juga: Komisi VII DPR rapat dengan TVRI bahas persiapan siaran Piala Dunia
Baca juga: ANTARA dukung penuh TVRI sukseskan tayangan Piala Dunia 2026
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































