Jakarta (ANTARA) - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mengelola dana pensiun karyawan dari 958 perusahaan hingga Mei 2026, atau bertambah 101 perusahaan baru selama satu tahun terakhir.
Menurut perseroan, penambahan tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya penyelenggaraan literasi keuangan syariah dan investasi dana pensiun.
“Alhamdulillah, semakin banyak perusahaan dan masyarakat umum yang mempercayakan pengelolaan dana pensiun karyawannya kepada DPLK Syariah Muamalat, amanah yang insya Allah terus kami jaga dengan baik,” kata Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Perseroan mencatat bahwa jumlah peserta individu yang didominasi oleh masyarakat umum juga terus bertumbuh, mencapai lebih dari 125 ribu peserta pada Mei 2026.
Peningkatan jumlah peserta ini turut berkontribusi pada pertumbuhan aset DPLK Syariah Muamalat menjadi Rp2 triliun, naik 12 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Hingga Mei 2026, tiga paket investasi yang dapat dipilih oleh peserta DPLK Syariah Muamalat menuai hasil positif di tengah gejolak ekonomi global saat ini.
Paket investasi A yang terdiri dari instrumen pasar uang syariah memberikan imbal hasil 6,49 persen dalam setahun terakhir.
Adapun paket investasi B sebagai gabungan dari instrumen pasar uang dan pendapatan tetap syariah menghasilkan 6,25 persen.
Sementara paket investasi C, yang merupakan kombinasi instrumen pasar uang, reksa dana, dan saham syariah bahkan memberikan imbal hasil mencapai 25,16 persen.
Aznovri mengatakan, capaian ini merefleksikan komitmen DPLK Syariah Muamalat yang senantiasa mengupayakan hasil terbaik untuk investasi pensiun nasabahnya, baik peserta perusahaan maupun masyarakat umum.
Ia menambahkan bahwa investasi pensiun merupakan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, DPLK Syariah Muamalat fokus pada strategi investasi yang aman dan prudent, tetapi dapat memberikan hasil yang optimal untuk mencapai tujuan pensiun sejahtera dan berkah bagi nasabah atau peserta.
“Pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta, memperlihatkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang menitikberatkan pada optimalisasi investasi,” kata Aznovri.
Sementara itu, Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi menambahkan bahwa peningkatan aset dan jumlah peserta DPLK Syariah Muamalat turut mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada Bank Muamalat.
“Seluruh kantor cabang Bank Muamalat siap menerima pendaftaran peserta baru DPLK Syariah Muamalat untuk mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera,” kata Ricky.
Ke depan, DPLK Syariah Muamalat akan melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnis, yakni pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi.
Untuk merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.
Baca juga: Bank Muamalat dan BBM salurkan beasiswa pendidikan kepada 318 pelajar
Baca juga: Bank Muamalat dan NRA Group rilis produk pembiayaan haji khusus
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































