Cilacap, Jateng (ANTARA) - Anggota DPD Abdul Kholik menilai kawasan Jawa Tengah bagian selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai poros ekonomi baru, sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.
"Selama ini potensi pertanian, kelautan, dan pariwisata di Jawa selatan belum optimal karena masih berjalan sendiri-sendiri di antara kabupaten, sehingga perlu diintegrasikan dalam satu kawasan ekonomi yang saling menguatkan," katanya usai diskusi di Cilacap, Jateng, Sabtu.
Ia mengatakan selama ini Jateng bagian selatan kerap tertinggal dibandingkan wilayah utara yang lebih dulu berkembang karena dukungan infrastruktur dan pusat-pusat industri.
Padahal, kata dia, wilayah selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah dan strategis jika dikelola secara terintegrasi.
Menurut dia, ada tiga sektor unggulan yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi Jateng selatan, yakni sektor agro atau pertanian, sektor maritim dan kelautan, serta sektor pariwisata.
"Ketiga sektor tersebut tersebar merata di kawasan selatan Jawa Tengah dan saling berkaitan satu sama lain," katanya.
Ia mengatakan konsep Jateng selatan dirancang untuk mengintegrasikan sedikitnya tujuh hingga sepuluh kabupaten menjadi satu kekuatan ekonomi yang saling melengkapi.
Menurut dia, kabupaten-kabupaten tersebut adalah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo, serta dimungkinkan melibatkan wilayah perbatasan Jawa Barat seperti Pangandaran, Tasikmalaya, dan Ciamis.
"Kawasan ini akan terhubung melalui poros selatan, mulai dari wilayah timur yang terkoneksi dengan Yogyakarta, Cilacap sebagai poros tengah, hingga ke barat yang terhubung dengan Tasikmalaya atau Bandung," katanya.
Ia mengatakan gagasan pengembangan Jateng selatan tidak hanya diposisikan sebagai kawasan integrasi ekonomi, juga sebagai bagian dari solusi desentralisasi mandiri.
Menurut dia, salah satu skema yang tengah didorong adalah pengembangan daerah khusus berbasis agro-maritim yang difokuskan sebagai kawasan penyangga ketahanan pangan nasional.
Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang saat ini mendorong kemandirian dan ketahanan pangan.
Bahkan, kata dia, respons pemerintah pusat terhadap gagasan Jateng selatan cukup positif, salah satunya ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi nasional Jateng selatan di bidang infrastruktur.
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Daerah Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Cilacap Hamidan Majdi mengatakan pihaknya merespons positif gagasan pengembangan Jateng selatan dan siap mendorong kolaborasi lintas daerah agar ide tersebut dapat diwujudkan secara konkret.
Menurut dia, Jateng selatan merupakan cerminan upaya mewujudkan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi masyarakat di wilayah selatan yang selama ini relatif tertinggal.
"Ide Jateng selatan ini tidak boleh berhenti sebagai wacana atau isu politik semata, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama dan gerakan berkelanjutan lintas kabupaten,” kayanya.
Ia mengatakan MD KAHMI Cilacap bersama sejumlah pihak berencana melanjutkan diskusi dan konsolidasi di berbagai daerah di wilayah selatan Jawa Tengah agar pengembangannya dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Gubernur Jateng tawarkan investasi agroindustri wilayah bagian selatan
Baca juga: Pakar: Perlu kajian terkait usulan pembentukan Provinsi Jawa Selatan
Baca juga: Anggota DPD usulkan Jateng selatan jadi daerah khusus penyangga pangan
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































