Dokter sebut serumen membantu menjaga kesehatan liang telinga

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) -

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp.Oto(K), mengingatkan bahwa serumen, yang sering disebut kotoran telinga, memiliki fungsi penting untuk menjaga kesehatan liang telinga.

Harim, yang bertugas di RSUP Nasional Dr Ciptomangunkusumo, saat webinar yang diikuti dari Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa​​​​​​​ serumen bukanlah kotoran yang perlu selalu dihilangkan karena memiliki peran melindungi telinga dari infeksi.

"Serumen sebetulnya bukan kotoran. Bahkan memiliki manfaat untuk menjaga kondisi liang telinga," kata dia.

Baca juga: Pakar THT sarankan anak kelas 1 SD jalani skrining pendengaran

Serumen bersifat asam sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan di liang telinga. Bagian telinga tersebut merupakan rongga yang cukup panjang dan cenderung lembap sehingga rentan menjadi tempat berkembangnya kuman.

Keasaman yang dihasilkan serumen membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme di area tersebut.

Selain itu serumen merupakan produk dari kelenjar kulit yang mengandung imunoglobulin, zat yang berperan sebagai antibakteri yang membantu melindungi telinga dari infeksi. Menurut Harim, serumen baru perlu dibersihkan jika jumlahnya sudah menutup sebagian besar liang telinga.

"Serumen perlu diangkat kalau sudah menutupi sekitar 30 persen diameter liang telinga. Kalau hanya tipis sebenarnya tidak perlu terlalu sering dibersihkan," ujar dia.

Kebiasaan terlalu sering membersihkan telinga justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada telinga. Penggunaan cotton bud atau alat lain untuk mengorek telinga dapat membuat liang telinga menjadi terlalu bersih sehingga kehilangan perlindungan alami dari serumen.

Selain itu tindakan tersebut juga dapat menimbulkan luka kecil pada permukaan kulit liang telinga yang memudahkan bakteri atau jamur masuk dan berkembang. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi pada telinga luar yang menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, hingga gangguan pendengaran sementara.

Harim mengimbau masyarakat tidak membersihkan telinga secara berlebihan dan memeriksakan kondisi telinga ke dokter THT jika muncul keluhan seperti nyeri, gatal, atau penurunan pendengaran.

Baca juga: Serumen pada telinga anak jadi temuan terbanyak dalam CKG Batam

Baca juga: Cedera bising kronik bisa ganggu komunikasi sehari-hari

Baca juga: Dokter tekankan pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak

Baca juga: Ini saran dokter THT saat telinga gatal

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |