Dokter: Konsultasi medis saat orang tua temukan gejala alergi susu

1 week ago 14

Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi lulusan Universitas Indonesia, dr. Molly Dumakuri Oktarina, (K) mengatakan bahwa orang tua perlu memeriksakan ke fasilitas kesehatan bila anak diduga memiliki alergi terhadap protein susu sapi, bukannya mendiagnosis sendiri.

"Bila khususnya untuk bunda-bunda atau teman-teman yang memiliki risiko alergi, maka anak-anaknya tentunya berisiko. Dan kalau curiga, yuk jangan sungkan-sungkan untuk konsultasi ke pakar kesehatan," kata dokter Molly dalam sesi diskusi yang digelar di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa setidaknya 50 sampai 60 persen anak dengan alergi protein susu sapi mengalami gejala pada saluran pencernaan yang meliputi kolik, konstipasi, muntah hingga diare.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak: Jangan samakan alergi dan intoleransi

Baca juga: Dokter ungkap perbedaan alergi susu dan intoleransi laktosa pada anak

Sementara gejala pada kulit dialami sekitar 50 hingga 60 persen anak dengan gejala kemerahan pada kulit, kulit bentol disertai gatal serta pembengkakan bibir atau kelopak mata.

Dan 20 hingga 30 persen anak mengalami gejala pada saluran pernapasan yang meliputi pilek alergi, batuk kronis, napas yang berbunyi atau wheezing dan terkadang tidak disertai demam.

"Uniknya pada alergi, gejala-gejala ini sering tumpang tindih. Artinya satu anak bisa mengalami satu gejala tapi juga bisa mengalami dua gejala," katanya.

Dengan demikian bila orang tua memiliki kecurigaan anak mengalami alergi susu serta didukung dengan tanda atau riwayat keluarga mengalami hal yang sama, maka segera ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan klinis, analisis mendalam.

Bila telah diketahui penyebab alergi, orang tua sebaiknya menghindari memberikan asupan yang menyebabkan alergi. Ia pun menyoroti pentingnya perhatian pada asupan nutrisi pada anak dengan alergi susu yang berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Bagi balita yang masih mengonsumsi ASI, ia menyarankan agar ASI terus diberikan, sementara bila dalam kondisi tertentu anak harus mendapatkan susu formula, maka orang tua sebaiknya memilih susu formula yang tidak menimbulkan alergi.

Medical and Scientific Affairs Director Sarihusada, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengatakan bahwa pentingnya mengenali gejala dan menghindari diagnosis mandiri.

"Konsultasi dengan dokter anak sejak dini menjadi kunci agar penanganan tepat dan kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi," katanya.

Baca juga: Danone ajak orang tua sadar tanda alergi susu sapi sejak dini

Baca juga: Rangkaian alergi bisa berkembang dipicu faktor eksternal

Baca juga: Kecemasan orang tua bisa memperparah alergi pada anak

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |