DMI Jatim luncurkan program "Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik"

3 hours ago 1

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur dan Yayasan Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik" di Masjid Jamik Baitussalam Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Selasa.

"Kegiatan itu sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan pulang kampung pada momentum hari besar keagamaan," kata Sekretaris PW DMI Jatim H. Suhadi di Probolinggo.

Menurut dia program itu bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai sarana interaksi antara umat manusia dan penciptanya, tetapi juga sebagai pusat pelayanan umat yang nyaman, aman, dan ramah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat di tengah perjalanan.

Ia mengatakan bahwa keberadaan masjid yang tersebar di seluruh Jawa Timur merupakan potensi besar dalam mendukung kelancaran arus mudik.

"Melalui program Masjid Ramah Pemudik, kami mengajak seluruh pengurus masjid untuk membuka diri, memberikan fasilitas terbaik, serta menghadirkan suasana yang nyaman bagi para musafir," katanya.

Baca juga: Melepas penat kala perjalanan mudik di "masjid perahu" As-Shodiqin

Dalam implementasinya, program itu mendorong masjid-masjid untuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain area istirahat yang bersih dan nyaman, ketersediaan air minum dan sanitasi yang layak, tempat parkir yang aman, informasi jalur mudik dan layanan darurat, pelayanan kesehatan sederhana, serta ruang ibadah yang bersih dan tertata.

Selain itu, Yayasan Dewan Masjid Indonesia juga mengimbau pengurus masjid untuk meningkatkan kebersihan, keamanan, serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait seperti aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan setempat.

Ia berharap program "Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik" itu dapat menjadi gerakan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban dan pelayanan umat.

"Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kami optimis bahwa program itu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menghadirkan pengalaman mudik yang lebih nyaman, aman, dan penuh keberkahan," ujarnya.

Sementara itu, BAZNAS Jatim bersama BAZNAS Kabupaten Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim dan 250 penyandang disabilitas yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Senin (16/3).

Baca juga: Anggota DPR minta pemda maksimalkan masjid jadi 'rest area'
Baca juga: Kemenag Nagan Raya Aceh siapkan delapan masjid ramah pemudik 

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |