DKI terus perkuat edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan jumlah bayi usia kurang enam bulan mendapatkan ASI eksklusif.

"Pada tahun 2025, persentase bayi usia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di DKI Jakarta tercatat 74,1 persen. Capaian ini tentu menjadi perhatian kita bersama untuk terus memperkuat edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui," kata Kepala Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam seminar daring, Rabu.

Tak hanya itu, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat lebih dari 2.000 ibu hamil di DKI Jakarta pada 2024. Angka ini menunjukkan besarnya kelompok perempuan yang membutuhkan informasi dan dukungan sejak masa kehamilan, termasuk untuk menyusui.

Dwi mengingatkan, menyusui bukan hanya mengenai pemberian ASI. Ada pengetahuan yang perlu dipahami, ada kesiapan yang perlu dibangun, dan ada dukungan yang perlu dihadirkan.

Karena itu, ibu perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai manfaat ASI, persiapan menyusui, serta teknik menyusui yang tepat.

Baca juga: Pemprov DKI berkomitmen tingkatkan kesejahteraan ibu hamil

"Namun, pengetahuan saja tidak selalu cukup. Ibu juga membutuhkan dukungan dari pasangan, keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat," kata dia.

Adapun upaya edukasi dilakukan oleh Dinas PPAPP DKI Jakarta salah satunya melalui seminar daring "Ibu Tidak Sendiri: Dukungan dalam Perjalanan Menyusui" yang menghadirkan pihak Kementerian Kesehatan, konselor PUSPA Dinas PPAPP DKI, dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia.

Dwi menyampaikan, keberhasilan menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam perspektif pemberdayaan perempuan, perempuan yang berdaya bukan berarti perempuan yang harus mampu melakukan semuanya sendiri.

Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki pengetahuan, kapasitas, kepercayaan diri, sekaligus mendapatkan lingkungan yang mendukung.

Di sinilah peran kader, TP PKK, dan organisasi perempuan menjadi sangat strategis. Kader berada dekat dengan keluarga dan masyarakat.

"Karena itu, saya berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang webinar, tetapi dapat diteruskan kepada ibu hamil, ibu menyusui," kata Dwi.

Baca juga: Dinas PPAPP DKI beri bantuan modal bagi perempuan penyintas kekerasan

Baca juga: Pemprov DKI tekankan pentingnya menjaga kesehatan mental ibu

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |