Karawang (ANTARA) - Anggota Dewan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (DJSN) Muttaqien berharap Integrasi Aplikasi Penjaminan Kecelakaan Kerja dan Kecelakaan Lalu Lintas yang baru diluncurkan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama PT Jasa Raharja, dapat mengurangi fotocopy berulang-ulang.
"Keberhasilan Integrasi Aplikasi ini tidak hanya meluncurkan aplikasi. Ke depan pelayanan harus semakin mudah" kata Muttaqien, saat peluncuran Integrasi Aplikasi Penjaminan Kecelakaan Kerja dan Kecelakaan Lalu Lintas yang baru diluncurkan BP Jamsostek bersama PT Jasa Raharja, di Rumah Sakit Primaya Karawang, Senin.
Ia menekankan agar ke depan, tidak ada lagi kejadian fotocopy syarat administrasi yang berulang-ulang demi mendapatkan pelayanan.
Disebutkan, diluncurkannya Integrasi Aplikasi ini cukup bagus dalam upaya kolaborasi antar-instansi pemerintah, yang tujuannya untuk meningkatkan pelayanan.
"Ke depan jaminan perlindungan sosial pelayanannya jangan berjalan masing-masing. Tapi harus benar-benar terintegrasi," kata dia.
Muttaqien mengaku mendukung dan memberikan apresiasi kepada BP Jamsostek dan Jasa Raharja dengan terbangunnya integrasi sistem antara kedua lembaga ini.
"Aplikasi ini tentu kami harapkan berjalan lebih baik dan memastikan semua layanan tercipta dengan lebih baik dan lebih efisien kedepannya," kata dia.
BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) bersama PT Jasa Raharja berkolaborasi, Senin, resmi meluncurkan Integrasi Aplikasi Penjaminan Kecelakaan Kerja dan Kecelakaan Lalu Lintas, untuk mempercepat pelayanan serta mempermudah proses administrasi.
Peluncuran integrasi layanan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BP Jamsostek Saiful Hidayat, bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, di Rumah Sakit Primaya Karawang, Senin.
Direktur Utama BP Jamsostek, Saiful Hidayat menyampaikan kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari strategi 3C BP Jamsostek, khususnya aspek Care, yakni menghadirkan perlindungan tanpa sekat atau seamless protection.
"Integrasi ini menjadi langkah penting karena tentunya kami ingin memastikan bagaimana para pekerja kami terlindungi secara seamless lewat kemudahan pertukaran informasi dan data antara BP Jamsostek dan Jasa Raharja," katanya.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata integrasi perlindungan negara bagi masyarakat melalui sinergi dua lembaga yang sama-sama mendapat amanat untuk memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat.
“Kolaborasi antara PT Jasa Raharja dan BP Jamsostek ini merupakan bentuk integrasi perlindungan negara yang bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, presisi, dan akurat bagi masyarakat, khususnya pekerja yang mengalami kecelakaan lalu lintas dalam hubungan kerja," katanya.
Ia menambahkan integrasi tersebut akan mendorong efisiensi pelayanan antarinstansi sekaligus mengoptimalkan mekanisme Coordination of Benefit sehingga proses penjaminan dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
"Harapannya, inovasi ini tidak berhenti pada integrasi hari ini saja. Ke depan, kami bersama BP Jamsostek juga akan terus mengembangkan berbagai inovasi layanan untuk memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat dan pekerja Indonesia semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan manfaat yang nyata," katanya.
Baca juga: BP-JAMSOSTEK Banten target 1.500 peserta miliki rumah KPR program MLT
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan lindungi 4,5 juta tenaga kerja Jateng-DIY
Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































