Jakarta (ANTARA) - Bintang tenis Serbia Novak Djokovic tersingkir dari Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma, setelah kalah pada laga pembukanya melawan petenis Kroasia Dino Prizmic dengan skor 6-2, 2-6, 4-6, Sabtu WIB.
"Bagi saya, sulit untuk mengatakan sesuatu. Saya sangat menghormati Novak. Dia adalah idola saya, jadi ini adalah pertandingan yang hebat bagi saya hari ini," kata Prizmic seusai pertandingan, dikutip dari ATP.
"Saya bermain luar biasa dan saya ingin tetap fokus dan siap untuk pertandingan berikutnya."
Setelah melaju mulus di set pertama, Djokovic kesulitan secara fisik di set kedua. Petenis berusia 38 tahun itu membungkuk dan meletakkan tangannya di lutut di antara poin, berjalan perlahan ke kursinya saat pergantian set.
Djokovic menunjukkan semangatnya di set ketiga, tetapi pada akhirnya kekurangan energi untuk mengalahkan Prizmic, yang tetap tenang dan tampil gemilang untuk melaju ke babak ketiga ATP Masters 1000 Roma.
"Di set pertama dia bermain luar biasa dan di akhir set saya mencoba menemukan permainan saya dan saya berhasil, jadi ini sangat, sangat bagus," ujar Prizmic.
Petenis kualifikasi Prizmic tampil mengesankan dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya melawan Djokovic di Australian Open 2024.
Saat itu berusia 18 tahun, Prizmic memenangi satu set melawan Djokovic, dan menyulitkan mantan petenis No.1 dunia itu dengan pukulan bola baseline-nya yang konsisten sebelum kalah dalam empat set.
Baca juga: Djokovic tersingkir setelah laga sengit di Indian Wells
Di Roma, Djokovic tampil kurang maksimal. Unggulan ketiga itu berkompetisi untuk pertama kalinya sejak Indian Wells pada Maret ketika ia kalah pada babak keempat dari petenis kidal Inggris Jack Draper.
Djokovic kesulitan bergerak bebas di beberapa momen dan tidak mampu mengalahkan petenis berusia 20 tahun itu dalam pertukaran fisik di baseline menjelang akhir set.
Prizmic meningkatkan agresivitasnya sejak awal set kedua dan bermain dengan kepercayaan diri yang baru untuk meraih kemenangan melawan idolanya.
Prizmic kini telah meraih dua kemenangan atas petenis Top 10, setelah mengalahkan Ben Shelton dalam perjalanan menuju babak ketiga pada ATP Masters 1000 di Madrid bulan lalu.
Tahun lalu, Prizmic berada di No.334 peringkat ATP tetapi minggu ini berkompetisi di peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu No. 79.
Dalam performa terbaiknya, ia telah memenangi delapan dari sembilan pertandingan terakhirnya, termasuk kualifikasi di Madrid dan Roma, dan bulan lalu melaju ke final di turnamen ATP Challenger di Italia.
Awal tahun ini, Djokovic mengalahkan Jannik Sinner untuk mencapai pertandingan final di Australian Open dan berharap pulih tepat waktu untuk Roland Garros akhir bulan ini, di mana petenis peringkat empat dunia itu akan berupaya meraih gelar utama ke-25 yang memperpanjang catatannya.
Ini adalah pertama kalinya juara Roma enam kali Djokovic kalah pada pertandingan pembukanya di Roma, dengan statistik menang-kalah 18-1.
Baca juga: Djokovic akui belum dalam kondisi terbaik jelang "comeback" di Roma
Baca juga: Zverev lewati ujian babak pembukanya di Italian Open 2026
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































