Dishut Kalsel lanjutkan RHL RBC 4 di lahan mineral dan mangrove

1 week ago 6

Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan melanjutkan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) melalui skema Result Based Contribution (RBC) 4, yang difokuskan pada pembangunan arboretum mangrove dan pemulihan lahan mineral, sebagai langkah nyata mendukung keberlanjutan lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan RHL Dishut Kalsel Alip Winarto di Banjarbaru, Kamis, mengatakan RBC 4 fokus pada areal Perhutanan Sosial dan Areal Penggunaan Lain (APL), memadukan rehabilitasi lahan mineral, mangrove, serta inovasi arboretum mangrove.

Baca juga: Dishut Kalsel perkuat pengawasan izin kehutanan melalui pembinaan

“Tim sedang mengumpulkan data primer dan sekunder, termasuk melakukan ground check untuk memastikan kesesuaian kondisi lapangan dengan data,” ucapnya.

Ia menjelaskan Program RBC 4 merupakan kelanjutan RBC 1–3 yang telah menuntaskan tahap penanaman dan pemeliharaan, dengan beberapa area memasuki pemeliharaan tahun pertama dan kedua.

“Pentingnya kolaborasi lintas pihak agar program berjalan efektif, melibatkan BPDAS Barito, persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH), dan pemangku kawasan KPH/Tahura,” ujar Alip.

Sebelumnya, rapat koordinasi rehabilitasi DAS menjadi kontributor utama pelaksanaan RHL, dengan target luas rehabilitasi tahun anggaran 2026, mencapai 6.053 hektare di beberapa kabupaten.

Baca juga: Kemenhut minta usulan mangrove FOLU Kalsel 2026 lebih selektif

Baca juga: Kalsel usul 9 lokasi mangrove ke Kemenhut untuk FOLU Net Sink 2030

Alip berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan DAS, mendorong pemulihan ekosistem mangrove, dan menjaga keberlanjutan hutan serta lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dishut Kalsel menegaskan bahwa RBC 4 merupakan langkah terukur berbasis hasil, sekaligus memastikan perhutanan sosial dan rehabilitasi lahan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi lingkungan.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |