Dishub Bandung imbau pemudik hindari jam padat saat lintasi Nagreg

5 hours ago 4
Biasanya untuk jalur mudik di Nagreg mengalami peningkatan pada sore hari hingga malam hari

Bandung (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengimbau para pemudik menghindari jam-jam padat saat melintas di Jalur Nagreg, terutama pada sore hingga malam hari.

Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi mengatakan arus lalu lintas di Jalur Nagreg umumnya mengalami peningkatan pada sore hingga malam hari.

“Biasanya untuk jalur mudik di Nagreg mengalami peningkatan pada sore hari hingga malam hari. Untuk kondisi seperti sekarang, arus lalu lintas cenderung relatif ramai lancar dan tidak terlalu padat,” kata Ruddy di Bandung, Selasa.

Dishub Bandung memprediksi puncak arus mudik di Jalur Nagreg yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut hingga Jawa Tengah terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat (20/3).

Ia menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada Lebaran tahun ini.

“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy.

Menurut dia, meski puncak arus diprediksi terjadi pada Jumat (20/3), kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang.

“Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan kondisi fisik saat berkendara, tetapi juga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, pemudik juga disarankan memanfaatkan waktu libur yang lebih panjang dengan berangkat lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan.

“Dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret, masyarakat bisa mendistribusikan waktu perjalanan sejak Rabu, Kamis, hingga Jumat, sehingga tidak menumpuk pada H-1,” kata Ruddy.

Baca juga: Pos terpadu berdesain Sunda disiapkan di Nagreg untuk layani pemudik

Baca juga: Kapolda Jabar: Truk sumbu tiga picu kemacetan dan kecelakaan mudik

Baca juga: Polisi imbau pemudik hati-hati lewat Nagreg seiring cuaca ekstrem

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |