Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut ekspor perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia menjadi hadiah istimewa yang dipersembahkan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia.
"Menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, kita menunjukkan dengan kerja keras petani, dukungan pemerintah, dan pengelolaan pangan yang baik, Indonesia memiliki kekuatan stok yang memungkinkan kita untuk mulai menembus pasar internasional,” kata Rizal di Jakarta, Sabtu.
Sebelumnya, Perum Bulog bersama Padi dan Beras Borneo Sdn. Bhd., perusahaan asal Malaysia, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait rencana ekspor beras premium komersial dari Indonesia ke Malaysia. MoU itu disaksikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (14/8) malam.
Menurut Rizal, penandatanganan MoU itu menjadi momentum istimewa sekaligus persembahan terindah menjelang perayaan ke-81 Kemerdekaan Indonesia.
Ia mengatakan di tengah semangat kemerdekaan, Indonesia menunjukkan kemandirian pangan yang semakin kuat membuka ruang bagi bangsa untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai berkontribusi dalam perdagangan pangan di tingkat regional.
Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton. Kekuatan stok tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya kondisi perberasan nasional, sehingga Indonesia memiliki kapasitas untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mengembangkan peluang ekspor beras premium komersial.
Dalam rencana kerja sama tersebut, pengiriman tahap awal beras premium komersial ke Malaysia akan dilakukan sebanyak 1.000 ton, dengan potensi volume perdagangan mencapai hingga 200.000 ton per tahun.
Rizal menegaskan hal itu menjadi momentum penting bagi Bulog dalam memperkuat peran komersial sekaligus memperluas pasar beras premium Indonesia.
"Prioritas Bulog tetap menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, ketika stok kuat dan kebutuhan dalam negeri aman, kita memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis komersial, termasuk ekspor beras premium," katanya.
"Ini merupakan bentuk kepercayaan diri bahwa Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki produk yang dapat dipasarkan ke negara lain,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Rizal mengatakan, langkah itu merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam memperkuat bisnis komersial, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia di tingkat regional dan global.
Dengan dukungan produksi dalam negeri, kekuatan cadangan beras pemerintah, serta sinergi pemerintah dan pelaku usaha, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan posisi dalam perdagangan pangan regional.
Bulog akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memastikan pengelolaan beras nasional berjalan seimbang antara ketahanan pangan, stabilitas pasokan, kesejahteraan petani, dan pengembangan pasar komersial.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penandatanganan MoU ekspor beras tersebut merupakan momentum yang membanggakan karena berlangsung menjelang peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Hari ini, ketika stok kita kuat mencapai sekitar 5,2 juta ton, kita mulai berbicara tentang ekspor. Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin kuat dan semakin percaya diri,” ujar Mentan.
Menurut dia, kekuatan cadangan beras pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan kondisi stok yang aman, Indonesia memiliki ruang untuk mengembangkan perdagangan beras ke pasar internasional tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
“Ekspor bukan berarti kita mengurangi perhatian terhadap kebutuhan rakyat. Justru ekspor dilakukan karena kondisi kita sudah aman. Prioritas utama tetap kebutuhan dalam negeri," kata Amran.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































