Diplomat Jepang soroti kolaborasi middle power cegah dominasi adidaya

7 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Diplomat senior Jepang, Masato Watanabe, menekankan pentingnya kerja sama di antara negara berkekuatan menengah (middle power) untuk mencegah dominasi negara adidaya, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Dalam menjaga stabilitas di kawasan (Indo-Pasifik) ini, sangat bermakna bagi sekelompok kekuatan menengah yang memiliki kapasitas dan kemauan untuk bekerja sama guna mencegah terbentuknya kerangka yang didominasi semata-mata oleh negara adidaya,” kata Watanabe saat membuka FPCI-GRIPS Joint Seminar di Jakarta, Jumat.

Diplomat yang merupakan Senior Fellow di National Graduate Institute for Policy Studies, GRIPS Alliance, itu menuturkan bahwa saat ini, kawasan Indo-Pasifik berada dalam lingkungan yang menantang.

Namun, di tengah situasi internasional yang bergejolak, Watanabe menilai bahwa hal itu adalah momentum bagi Jepang dan Indonesia—sebagai sesama negara maritim—mengembangkan kerja sama demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi kawasan.

“Indonesia menempati pusat maritim yang sangat strategis dan merupakan negara penting di Asia Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang dan Indonesia, sebagai sesama negara maritim, telah memperkuat hubungan kerja sama mereka demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi kawasan,” ucapnya.

Watanabe pun mengutip pernyataan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, di World Economic Forum Davos, bahwa jika kita tidak berada di meja perundingan, maka kita berada di dalam menu. Pernyataan itu dinilainya beresonansi dengan negara-negara yang berada dalam pusaran politik kekuatan besar.

Kekuatan menengah, sebutnya, perlu bersatu dan membentuk pilar pengaruh guna mencegah tatanan internasional dibentuk semata-mata oleh negara adidaya, terlebih Jepang dan Indonesia yang sama-sama anggota G20.

Lebih lanjut Watanabe menilai bahwa kerja sama dengan Indonesia juga bisa ditingkatkan melalui kepemimpinan Indonesia di Global South. Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia muncul sebagai pemimpin seiring meningkatnya kehadiran negara-negara Global South di panggung internasional.

“Selain itu, sebagai rumah bagi populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memelihara hubungan yang kuat tidak hanya dengan kawasan Timur Tengah dan Teluk, tetapi juga dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia,” ujarnya menambahkan.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |