Desainer sebut busana Prabowo dapat dikembangkan dengan sentuhan lokal

1 week ago 21

Jakarta (ANTARA) - Desainer Ali Charisma menyebut busana yang dikenakan Presiden Prabowo Subianto dalam di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 masih dapat dikembangkan lebih jauh dengan sentuhan Indonesia.

Saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, Ali menyampaikan suit formal tetap menjadi pilihan yang tepat karena memberikan kesan berwibawa dan presidential, tetapi desainnya tidak harus selalu mengikuti formula klasik Barat.

"Presiden Indonesia harus terlihat formal, modern, powerful, dan contemporary, tetapi ketika dilihat dunia, tetap terasa bahwa beliau adalah representasi Indonesia," ujar Ali.

Baca juga: Prabowo: Prodi spesialis di 11 provinsi hadir kejar kebutuhan dokter

Menurut Ali, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa untuk diterjemahkan ke dalam tailoring modern. Unsur tersebut dapat hadir melalui tekstur wastra, motif yang sangat subtle, detail konstruksi, hingga pilihan material.

Ia mencontohkan double-breasted suit dengan cutting modern yang dapat diberi sentuhan Indonesia secara sophisticated tanpa terlihat seperti pakaian tradisional. Sebab, fesyen Indonesia memiliki ruang untuk ikut membangun identitas visual seorang pemimpin negara.

"Menurut saya, inilah waktunya fashion Indonesia ikut membangun visual identity seorang pemimpin negara," kata Advisory Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu.

Baca juga: Prabowo kenalkan Susanah dan Margarelitha, jamin bansos tepat sasaran

Dihubungi secara terpisah, Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna melihat jas dengan warna bumi (earth tone) seperti abu-abu sering dipilih untuk menunjukkan kedekatan dengan rakyat dan kerendahan hati.

Dana juga menyebut model potongan formal jas kontemporer sebagai perpaduan gaya modern internasional dengan sentuhan lokal. Menurutnya, pesan yang disampaikan adalah menunjukkan kesiapan Indonesia bersaing di ranah global tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Selain jas, Dana menyoroti atribut pin garuda lengkap dengan bendera merah putih yang merupakan identitas resmi negara menegaskan komitmen mutlak pada ideologi bangsa.

Baca juga: Prabowo: Negara tanggung iuran JKN 96,8 juta warga tak mampu

Posisi pin di kerah kiri, dekat jantung, menurut Dana melambangkan nasionalisme yang mendalam dan tanggung jawab konstitusional.

Dana juga memberikan perhatian pada pilihan dasi. Menurut pandangan pribadinya, perbedaan warna dasi mungkin menyimpan makna pesan yang kuat.

Ia menilai pembagian peran warna bukan sekadar persoalan selera estetika, melainkan representasi pesan komunikasi politik yang kontras namun saling melengkapi.

Baca juga: Prabowo: 83.907 rumah direnovasi lewat program BSPS

Dana menyebut dasi Presiden Prabowo berwarna biru metalik atau lebih cerah. Dalam psikologi busana dan politik internasional, warna tersebut menurutnya sering dikaitkan dengan stabilitas, kepercayaan, otoritas yang tenang, serta visi modern.

Adapun penggunaan kopiah berwarna hitam disebutnya memiliki akar sejarah politik yang sangat sekuler dan nasionalis di Indonesia, jauh melampaui simbolisme ritual agama tertentu sebagai identitas nasionalisme.

Baca juga: Prabowo sebut Cek Kesehatan Gratis jangkau 108 juta orang

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |