Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali mengatakan rupiah tidak hanya menjadi sekedar instrumen alat transaksi keuangan namun sebagai simbol dalam menjaga kedaulatan negara yang menyatukan bangsa.
“Di setiap lembar dan keping uang yang beredar, Rupiah telah menjadi simbol persatuan dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata Ricky dalam pembukaan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (Ferbi) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan penyelenggaraan Ferbi 2026 yang berdekatan dengan peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kedaulatan tidak hanya perlu dijaga secara fisik wilayah perbatasan tapi juga menjaga kedaulatan atas simbol, institusi, dan instrumen yang menyatukan bangsa salah satunya dengan rupiah.
Menurutnya rupiah selain sebagai simbol kedaulatan negara, tapi juga sebagai penggerak perekonomian, pembuka peluang usaha, mendukung kesejahteraan dan membuka akses transaksi ke seluruh lapisan masyarakat.
Maka itu Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menyediakan rupiah dalam berbagai jumlah pecahan untuk mendukung pergerakan ekonomi nasional di seluruh wilayah NKRI.
“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menyediakan rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, kualitas yang baik, dari waktu yang tepat di seluruh wilayah NKRI,” katanya.
Ricky mengatakan dalam menjaga kedaulatan rupiah juga tidak terlepas dari sinergi berbagai mitra strategis lintas sektor mulai dari TNI Angkatan Laut dan Udara untuk mendistribusikan rupiah ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Bareskrim Polri hingga Pengadilan Negeri Jakarta pusat dalam keberhasilan mengawal pemusnahan uang rupiah asli dan pengawalan pengelolaan uang rupiah secara nasional dengan kerja sama Brimop Polri dan kementerian/lembaga.
Dalam Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar, pecahan yang cukup, dan aman di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Dengan pesatnya perkembangan transaksi non-tunai dan digitalisasi, pengelolaan uang mengalami dinamika dalam industri PUR serta tuntutan keberlanjutan yang merupakan perubahan strategis untuk menjawab tantangan zaman.
“Bank Indonesia melakukan transformasi PUR melalui tiga hal pertama, yakni modernisasi jaringan distribusi PUR, kedua menerapkan digitalisasi PUR secara end-to-end, dan ketiga penerapan prinsip sustainability,” katanya.
Melalui transformasi ini, PUR BI berhasil mendapat berbagai penghargaan diantaranya penghargaan internasional Best New Banknote Series IACA 2023 untuk uang rupiah tahun emisi 2022. Pecahan rupiah 50.000 juga mendapatkan pengakuan sebagai satuan uang kertas dengan tingkat keamanan terbaik sedunia.
Selain itu distribusi hingga wilayah 3T juga mendapatkan apresiasi penghargaan sebagai Currency Initiative dari Central Bank Award, hingga penghargaan Best New Environmental Sustainability Project dari IACA Award atas proyek berkelanjutan bekerja sama dengan PLN.
Dia mengatakan acara Ferbi 2026 mengajak masyarakat untuk menjaga kedaulatan rupiah untuk Indonesia semakin bermartabat di mata dunia, dan semangat untuk memperkuat kolaborasi, inovasi dan persatuan dalam menjaga kedaulatan rupiah.
Baca juga: TNI AL kawal distribusi rupiah ke pulau terdepan dan terpencil Papua
Baca juga: BI Riau distribusikan Rp8 miliar dalam ekspedisi rupiah berdaulat
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































