Jakarta (ANTARA) - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Wakil Ketua DEN Marie Elka Pangestu dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin menyampaikan bahwa pihaknya diundang oleh DPR hari ini untuk memberikan paparan mengenai kondisi ekonomi terkini, sekaligus merumuskan langkah respons menghadapi perkembangan global maupun domestik.
Menurutnya, hal paling krusial adalah bagaimana setiap negara merespons kondisi tersebut, terutama dengan menjaga stabilitas makroekonomi jangka pendek.
“Yang penting bagaimana sebuah negara itu merespons terhadap keadaan global yang tidak pasti itu. Dan ada kesepakatan saya rasa yang tercapai, bahwa yang penting adalah menjaga kestabilan makroekonomi di jangka pendek,” katanya.
Marie juga menyoroti dampak ketidakpastian global, seperti kenaikan harga minyak yang turut memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu menurutnya, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi hal yang sangat ditekankan dalam pembahasan.
Selain itu, DEN menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Namun, tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang lebih besar dibanding sejumlah negara peer menjadi perhatian tersendiri, terutama dalam menjaga tingkat kepercayaan pasar.
“Secara fundamental ekonomi Indonesia cukup baik, namun kita memang menghadapi pelemahan rupiah yang lebih daripada peers kita. Berarti kita harus mewaspadai dan menjaga isu confidence dan trust,” ujarnya.
Marie menegaskan bahwa penguatan kepercayaan tersebut sangat bergantung pada konsistensi kebijakan masing-masing lembaga teknis yang berwenang.
Baca juga: Mensesneg: Ekonomi seperti sepak bola karena harus saling koordinasi
Baca juga: DPR kumpulkan DEN hingga ESDM bahas pertumbuhan ekonomi dan mitigasi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































