Dari lantai ke lapangan, mengenal TFG dalam operasional layanan haji

1 week ago 13
Pelatihan TFG ini menegaskan bahwa kesuksesan haji tidak datang dari improvisasi di lapangan, melainkan dari perencanaan matang yang disimulasikan jauh-jauh hari. TFG

Jakarta (ANTARA) - Di lantai aula Asrama Haji Pondok Gede malam itu terhampar maket-maket berbagai macam bentuk dan rupa. Ada miniatur ka'bah berwarna hitam legam dengan kiswah emasnya, miniatur tenda putih kerucut khas Mina yang berjejer rapi, miniatur bus dan petugas, hingga miniatur kompleks Jamarat bertingkat.

Maket-maket tersebut menjadi bagian dari representasi visual "medan tempur" pelayanan haji yang terbentang luas, mengubah lantai keramik yang dingin menjadi simulasi geografis Arab Saudi yang panas dan dinamis.

Di tengah hamparan itulah seorang pria berbaju loreng berdiri, tongkat penunjuknya menari di atas miniatur lanskap Tanah Suci, membawa para peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M melintasi ruang dan waktu menuju puncak haji.

Maket tersebut dirancang guna memberikan gambaran spasial mengenai pergerakan kolosal, termasuk di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang merupakan tiga lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji.

Penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar mobilisasi massal, melainkan sebuah operasi pelayanan kemanusiaan yang menuntut presisi, kecepatan, dan ketepatan strategi.

Di tengah kompleksitas tantangan yang dihadapi di Tanah Suci, Kementerian Haji dan Umrah terus mematangkan persiapan para calon petugas haji, salah satunya dengan pelatihan penerapan Tactical Floor Game (TFG).

Dalam diklat, Koordinator Materi TFG Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Surnadi memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi pergerakan dan pelayanan di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat. Ia menegaskan bahwa penguasaan medan dan simulasi taktis adalah kunci untuk menaklukkan tantangan terberat haji yaitu fase Armuzna.

Dalam dunia militer, TFG digunakan untuk mensimulasikan manuver pasukan di atas peta besar atau maket sebelum terjun ke medan pertempuran sebenarnya. Filosofi itulah yang diadopsi ke dalam manajemen operasional haji.

TFG telah menjadi standar operasional yang terbukti efektif. Manfaatnya dirasakan secara nyata oleh para petugas di lapangan pada musim haji sebelumnya, baik mereka yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah yang melayani jemaah gelombang awal, Daker Bandara yang menjadi pintu gerbang kedatangan dan kepulangan, hingga Daker Makkah yang menjadi pusat konsentrasi jemaah sebelum puncak haji. Namun, ujian sesungguhnya dari efektivitas TFG terletak pada fase puncak haji.

Baca juga: Petugas haji diminta jaga kondisi fisik demi beri layanan terbaik

Baca juga: Kemenhaj fasilitasi petugas haji suntik vaksin meningitis

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |